Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) — MTs Negeri 6 Bantul terus berkomitmen menanamkan nilai kedisiplinan kepada siswa dengan pendekatan yang edukatif, humanis, dan sarat makna. Pendisiplinan yang diterapkan tidak bersifat keras, melainkan mengedepankan nilai ekoteologi sebagai wujud cinta terhadap lingkungan dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi seperti terlihat pada Selasa (06/01/2026).
Dalam praktiknya, pendisiplinan siswa dilakukan melalui kegiatan positif yang memberi contoh nyata, seperti membersihkan lingkungan madrasah, merawat tanaman, memilah sampah, serta menjaga kebersihan kelas dan fasilitas umum. Kegiatan tersebut tidak dimaknai sebagai hukuman, tetapi sebagai sarana pembelajaran agar siswa memahami pentingnya disiplin, kepedulian lingkungan, dan nilai ibadah dalam setiap aktivitas. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekoteologi, yakni mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama dan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.
Kepala MTs Negeri 6 Bantul menyampaikan bahwa pendisiplinan yang bermakna harus mampu menyentuh kesadaran siswa. “Kami tidak ingin memberikan hukuman yang keras. Yang kami tanamkan adalah keteladanan dan pembiasaan baik. Dengan memberi contoh nyata, siswa akan belajar mencintai lingkungan dan bertanggung jawab atas setiap tindakannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berharap pendekatan pendisiplinan berbasis ekoteologi ini dapat membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli lingkungan, berakhlak mulia, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di masyarakat. Dengan pendisiplinan yang lembut namun bermakna, MTs Negeri 6 Bantul terus berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, nyaman, sekaligus menjadi ruang pendidikan karakter yang menumbuhkan cinta terhadap alam dan sesama. (put)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































