Banten, 2025 — Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Museum yang berlokasi di kawasan bekas pusat Kesultanan Banten tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi sejarah yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.
Pihak pengelola museum melaporkan bahwa kunjungan masyarakat mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan wisatawan yang tertarik mempelajari sejarah kejayaan Banten pada abad ke-16 hingga ke-18.
“Kami melihat antusiasme masyarakat semakin besar terhadap wisata sejarah. Banyak sekolah dan kampus yang datang dalam rombongan untuk belajar langsung mengenai peninggalan Kesultanan Banten,” ujar Salah satu petugas Museum Banten Lama, ketika ditemui pada Selasa (10/12).
Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama menyimpan berbagai koleksi penting, mulai dari keramik Tiongkok, peralatan perdagangan kuno, benda-benda kesultanan, hingga fragmen arsitektur dari Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon. Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai peradaban Banten sebagai pusat perdagangan internasional pada masanya.
Selain koleksi artefak, museum juga menyediakan panel informasi dan dokumentasi visual yang memudahkan pengunjung memahami proses Islamisasi Banten serta perkembangan jaringan perdagangan maritim. Banyak pengunjung mengaku lebih mudah memahami sejarah setelah melihat langsung bukti-bukti peninggalan tersebut.
“Belajar sejarah langsung di lokasi membuat kami lebih memahami bagaimana kehidupan masyarakat Banten tempo dulu. Museums seperti ini penting untuk pendidikan,” ujar Nadia, mahasiswa asal Serang yang berkunjung bersama teman-temannya.
Peningkatan kunjungan ini juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar. Para pedagang suvenir, penjaja makanan, dan pemandu wisata lokal merasakan peningkatan pendapatan selama musim liburan dan kunjungan sekolah.
Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata berencana melakukan revitalisasi lanjutan untuk mendukung pengembangan kawasan Banten Lama sebagai pusat wisata sejarah nasional. Beberapa program yang direncanakan antara lain perbaikan fasilitas publik, digitalisasi museum, dan penambahan ruang pamer baru.
“Kawasan Banten Lama merupakan warisan penting bangsa. Kami akan terus melakukan pembenahan agar museum ini menjadi pusat edukasi sejarah dan penelitian arkeologi yang lebih profesional,” kata perwakilan Dinas Pariwisata Banten dalam keterangan tertulisnya.
Dengan meningkatnya minat wisata sejarah di kalangan generasi muda, Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama diprediksi akan menjadi destinasi unggulan di Banten. Para pengelola berharap masyarakat terus menjaga dan menghargai warisan budaya yang tersisa dari kejayaan Kesultanan Banten.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































