TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Komitmen itu ditegaskan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, dalam Pra Musrenbang RKPD 2027 bertema ekonomi kreatif yang melibatkan ratusan pelaku ekraf, baik secara luring maupun daring, di Gedung UMKM Tangsel, Lengkong Gudang, Serpong, pada Senin 6 April 2026.
Pilar menegaskan, forum ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan program bersama antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif.
“Hari ini kita kumpulkan ratusan pelaku ekonomi kreatif se-Tangerang Selatan untuk mendengarkan masukan, sekaligus melihat apa saja yang bisa dikolaborasikan dan diprogramkan bersama Pemkot Tangsel,” ujar Pilar.
Pilar menambahkan, kehadiran figur publik seperti Arief Muhammad juga diharapkan mampu memberikan perspektif dan pengalaman nyata bagi para pelaku usaha kreatif, terutama dalam menghadapi tantangan membangun usaha dari nol hingga naik kelas.
“Dalam menjalankan usaha ekonomi kreatif pasti ada tantangan. Bagaimana dari nol bisa berkembang dan naik kelas, itu yang paling penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pilar menegaskan, bahwa penguatan ekonomi kreatif merupakan bagian dari visi pembangunan Tangsel dalam RPJMD 2025–2029, khususnya pada aspek inovasi dan peningkatan daya saing daerah.
Menurutnya, pendekatan Musrenbang kini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
“Musrenbang harus mencakup semua kebutuhan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif yang menjadi backbone ekonomi Tangsel,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Pilar, terdapat sekitar 100 ribu pelaku UMKM di Tangsel, dengan lebih dari separuhnya bergerak di sektor ekonomi kreatif. Berbagai subsektor seperti kuliner, fashion, desain, hingga konten digital menjadi potensi besar yang terus didorong untuk berkembang.
Dalam memastikan program benar-benar berdampak, Pilar menegaskan bahwa seluruh usulan dari pelaku ekonomi kreatif akan diselaraskan dengan RPJMD dan diimplementasikan melalui dinas terkait.
“Hasil masukan dari teman-teman ekraf akan kita rumuskan bersama. Nanti kita sesuaikan dengan RPJMD, lalu dijalankan melalui dinas pengampu seperti Dinas Koperasi UMKM, Disdikbud, hingga Diskominfo,” jelasnya.
Pilar juga menekankan pentingnya peran dinas sebagai ‘orang tua asuh’ bagi pelaku ekonomi kreatif, agar pembinaan dan pengembangan usaha dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain itu, Pilar juga merespon, dorongan untuk memperbanyak event sebagai ruang promosi dan kolaborasi bagi UMKM. Ia mengakui, bahwa pada 2025 kegiatan sempat terbatas akibat efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi, namun ke depan akan kembali didorong.
“Tahun ini insyaallah kita dorong lagi event-event supaya lebih ramai, apalagi menjelang Porprov. Harapannya bisa berdampak langsung bagi pelaku UMKM dan industri kecil menengah,” ungkapnya.
Selain itu, Pilar juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk event organizer, sponsor, hingga brand, guna menciptakan kegiatan yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Silakan berkolaborasi. Kita ingin setiap event benar-benar memberikan manfaat dan membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Tangsel, Fuad menjelaskan, bahwa Musrenbang ekonomi kreatif merupakan bagian dari pendekatan perencanaan tematik yang melengkapi Musrenbang kewilayahan.
“Terdapat empat Musrenbang tematik, yaitu inklusif, kesehatan dan stunting, pemuda, serta ekonomi kreatif. Ini penting karena banyak isu bersifat lintas sektor,” jelas Fuad.
Fuad memastikan seluruh usulan yang masuk akan dihimpun dan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Kami harapkan semua peserta aktif menyampaikan ide, karena akan kami catat dan menjadi bahan penyusunan program ke depan,” ujarnya.
Kemudian, Fuad juga menyoroti keunggulan ekonomi kreatif yang bertumpu pada ide dan inovasi tanpa batas.
“Kalau komoditas bisa habis dan modal terbatas, kreativitas tidak akan habis. Itu kekuatan ekonomi kreatif,” terangnya.
Di sisi lain, influencer sekaligus pengusaha dan konten kreator, Arief Muhammad menilai, dukungan pemerintah tetap krusial, terutama dalam membuka ruang kolaborasi dan kemudahan perizinan.
“Perbanyak event kolaboratif, pertemukan UMKM dengan investor dan pelaku usaha lainnya. Itu bisa membuka banyak peluang,” ujarnya.
Arief juga mengapresiasi, kemudahan perizinan di Tangsel yang dinilai cukup membantu pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.
“Semakin mudah perizinannya, semakin cepat UMKM bisa berkembang. Di Tangsel, perizinannya sudah cukup baik,” katanya.
Namun, di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Arief mengingatkan, pelaku UMKM untuk tetap fokus pada efisiensi agar mampu bertahan dan terus tumbuh.
“Sekarang memang lagi berat. Jadi kuncinya bertahan dan efisien. Cek cashflow, kurangi pengeluaran yang tidak penting, dan jaga operasional tetap optimal,” pesannya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kreator, Musrenbang Ekonomi Kreatif ini diharapkan mampu melahirkan program konkret yang mendorong UMKM Tangsel naik kelas dan berdaya saing global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































