Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan edible coating berbasis pati. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng, Senin (12/01).
Bonto Lojong, 12 Januari 2026 – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), SDGs 12 Responsible Consumption and Production program kerja pembuatan edible coating memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan ini karena berfokus pada pengurangan kerugian pascapanen hasil pertanian melalui teknologi sederhana dan ramah lingkungan.
Posko ini dibimbing oleh Dosen Pengampu KKN, Saharuddin, S.IP., M.Si., yang memberikan arahan dan memantau persiapan intervensi yang dilakukan. Terdiri dari 8 orang, di antaranya Muhammad Raihan (Koordinator Desa), St. Faradiba Munawarah, A. Kirana Putri Dewi, Chantika Noer Aulia, Nur Qalbi Fitri Ramadhani, Ahmad Firdaus, Ekawati, serta penanggung jawab kegiatan ini, yaitu Muhammad Aidil Zainuddin.
Pelaksaanaan Kegiatan ini didampingi Bhabinkamtibmas Desa Bonto Lojong, Udhin. Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Aidil Zainuddin, ia mengatakan, pelatihan ini diawali pemaparan materi mengenai tujuan serta manfaat penggunaan edible coating dalam menjaga kualitas dan kesegaran hasil tani pascapanen dendangan. Setelah itu, dilanjutkan diskusi interaktif dan praktik pembuatan edible coating.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan membantu petani meningkatkan daya simpan hasil panen. Menurutnya, Desa Bonto Lojong memiliki potensi pertanian yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas produk setelah panen.
“Potensi pertanian di desa ini sangat besar, tetapi masih terdapat kendala dalam menjaga kualitas dan umur simpan hasil panen. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan solusi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, edible coating dibuat menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan yang mudah diperoleh di sekitar masyarakat. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani, karang taruna, serta ibu rumah tangga Desa Bonto Lojong sebagai upaya memperluas pemahaman dan penerapan teknologi pascapanen tersebut.
Selain pelatihan, para peserta juga menerima contoh produk dan brosur panduan edible coating agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk UMKM pertanian yang berkelanjutan.
“Melalui program ini, saya harap mereka mampu mandiri dan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk hasil pertaniannya,” pungkas Aidil.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































