Bengkulu – Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan warga binaan melalui kegiatan pembinaan kemandirian. Pada Sabtu (17/01), warga binaan bersama jajaran petugas melaksanakan panen kangkung di area kebun lapas.
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pertanian yang secara rutin dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan petugas. Kangkung yang dipanen tumbuh subur berkat perawatan intensif selama beberapa minggu terakhir, mulai dari proses penyemaian, pemupukan, hingga pemeliharaan harian.
Suasana panen berlangsung penuh semangat. Para warga binaan terlihat antusias memetik sayuran yang telah mereka rawat sendiri. Selain menjadi aktivitas positif, kegiatan ini juga memberi mereka pengalaman nyata dalam bercocok tanam, sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian.
Pihak Lapas Perempuan Bengkulu menegaskan bahwa pembinaan kemandirian seperti pertanian menjadi salah satu fokus utama. Selain menambah keterampilan baru, hasil panen juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas sehingga mendukung ketahanan pangan internal.
Dengan adanya kegiatan produktif seperti panen kangkung ini, LPP Bengkulu berharap warga binaan dapat memperoleh bekal kemampuan yang berguna saat kembali ke masyarakat kelak.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































