Bengkulu — Suasana Masjid An Nur Lapas Kelas IIA Bengkulu pagi ini terasa berbeda. Lantunan ayat suci yang dibaca perlahan oleh warga binaan berpadu dengan cahaya lembut yang menembus jendela, menciptakan atmosfer teduh yang jarang ditemui di tengah rutinitas pemasyarakatan. Di bawah bimbingan penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Bengkulu, para warga binaan mengikuti pembinaan Iqra dan Al-Qur’an dengan khidmat dan kesungguhan. Selasa (2/12).
Pembelajaran yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung hangat, personal, dan jauh dari kesan kaku. Para penyuluh tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa perubahan perilaku dimulai dari ketenangan batin. Bagi warga binaan, kesempatan seperti ini menjadi ruang refleksi yang menyatukan harapan, ketekunan, dan kebutuhan spiritual yang sering terabaikan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan pentingnya pembinaan kerohanian sebagai pilar perubahan. “Penguatan rohani bukan hanya membantu warga binaan menenangkan diri, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan literasi Al-Qur’an yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Di bawah koordinasi Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan, kegiatan berjalan tertib namun tetap akrab. Para peserta belajar tanpa rasa canggung—mengulang huruf, memperbaiki makhraj, dan saling memberi semangat. Ada yang baru belajar mengenal huruf, ada pula yang mulai lancar membaca, namun semuanya hadir dengan tekad yang sama: memperbaiki diri.
Penyuluh Kemenag mengapresiasi antusiasme warga binaan serta dukungan penuh dari Lapas Bengkulu. Menurut mereka, program ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga menumbuhkan disiplin, menenangkan batin, dan membangun motivasi untuk berubah ke arah lebih baik.
Lapas Bengkulu berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan Kemenag dan berbagai pihak lain untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berdampak nyata. Program kerohanian seperti ini diyakini menjadi salah satu jembatan penting bagi warga binaan dalam menata kembali kehidupan menuju reintegrasi sosial yang lebih matang dan bermartabat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































