05/01/2026 – Pementasan teater Gerbang Hitam dan Tinta Merah karya Arief Akbar Bsa yang sekaligus sebagai sutradara telah sukses digelar oleh Sanggar Kencana Buana pimpinan Iqbal Boyrotan pada 3 Januari 2026 di gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan. Gelaran teater tersebut terbilang mewah dan megah dengan tampilan gaya realis elementer dan realis simbolik yang merupakan ciri khas dari sang sutradara dalam mengemas seni pertunjukan.
Gerbang Hitam yang bercerita tentang perjalanan spiritual manusia dalam melintasi dimensi ruang waktu mampu menyentuh pemahaman yang mendalam tentang arti sebuah pilihan hidup. Manusia pada hakikatnya rentan terhadap pola pikir yang berubah-ubah dimana seringkali terpapar pada pemahaman absurditas yang tak sejalan dengan hati nuraninya untuk diterapkan pada keyakinan hakiki dalam menentukan pilihan menjalani kehidupan ini.
Melalui kisah cerita ini yang mengusung gaya realis simbolik menjadi makin menarik ketika narasi dramatik nya disampaikan secara lugas oleh narator Michelle Angelica dan Nainawa Muhibah Rahma turut mengaitkan dengan perjalanan dari para tokoh Srikandi Kanvas yang telah dipentaskan sebelumnya dengan karya lain seperti penokohan tokoh Dasima dan Sundari dalam karya JAM 12 yang diperankan oleh Griselda Aurelia Zahra dan Lulu Fadia, tokoh Pinangki dan Kalingga dalam karya Matahari Malam yang diperankan oleh Nonnee Ametha Asqia Libelnove dan Rasti Ayu Anggraeni, tokoh Savitri, Ningsih dan Pratiwi dalam karya Maling Sandal yang diperankan oleh Almaira Yusron, Syahla Khairunnisa, dan Zaeland Azykra Sukanto, juga terlihat penokohan tokoh Prameswari dan Triasmi dalam karya Mantra Manusia yang diperankan oleh Nirvana Chantika dan Bunga Gita Hartono Putri menjadi satu bagian dalam pewarnaan cerita yang sudah dipaparkan sebelumnya melalui pentas teater. Sedangkan penokohan tokoh Mayang, Ratrisa, dan Dendra yang diperankan oleh Sarah Dita Nainggolan, Adinda Alit Tania, dan Davar Marcello sepertinya belum pernah dihadirkan dalam sebuah cerita yang semuanya terangkai dan diadaptasi dari perjalanan literatur analitik sebuah novel Jemari Jingga karya Arief Akbar.
Kemudian berlanjut pada pertunjukan kedua menyajikan pementasan teater Tinta Merah dengan mengangkat cerita tentang hidup dan mati yang sejatinya adalah sama menjadi semakin menarik untuk ditonton dan dinikmati karena mengadopsi gaya realis yang cenderung lebih mudah untuk dipahami walau ada sedikit sentuhan elementer pada tokoh tokoh figuran yang menyiratkan penyampaian pesan dalam bahasa lain.
Tinta Merah mengulas konflik dramatik antara kisah pertemanan, persahabatan, dan cinta pada tokoh Rangga yang diperankan oleh Muhamad Nabil Khairon Na’afi, tokoh Sarah oleh Gendis Ferriescia Ayusetya, tokoh hantu Lastri oleh Zakiah Jeni Rahmah, tokoh Raja oleh Juliansyah, dan tokoh gadis buta Lasmi diperankan oleh Bilqis Nurmaulidina Putri Suherman. Bermula dari persahabatan Sarah dan Lastri yang sama sama mencintai Rangga namun yang terpilih adalah Lastri. Suatu ketika Rangga dan Lastri ditugaskan oleh media kampusnya untuk meliput sebuah berita di suatu tempat yang hingga pada akhirnya dalam perjalanan tersebut mereka berdua mengalami kecelakaan hebat. Rangga sempat koma dan tak sadarkan diri sedangkan Lastri tak selamat meninggal ditempat kejadian. Setelah Rangga kembali sehat, Sarah yang memang lebih dekat dengan Rangga kemudian diterima sebagai pacarnya menggantikan Lastri yang telah meninggal dalam kecelakaan.
Intrik cerita semakin menarik ketika hantu Lastri yang belum bisa berpindah ke alam penantian dikarenakan telah terikat oleh perjanjian tinta merah yang harus menyampaikan pesan ibunya pada hubungan mereka yang telah direncanakan sebelumnya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Rangga dan Sarah tak merasakan kehadirannya dalam wujud arwah saat Lastri berusaha untuk berkomunikasi menyampaikan pesan tinta merah. Penyajian dramatik nya pada adegan ini cukup fantastis dan mampu mengundang riuh tawa penonton dengan sisipan-sisipan unsur komedinya sehingga menciptakan suasana rileks yang sebelumnya selalu disuguhkan dengan penyajian teatrikal elementer horor dan tragedi. Alur cerita kembali mengalir santai saat Lastri bertemu dengan Raja dan Lasmi yang ternyata mereka berdua dapat melihat dan merasakan keberadaan arwah Lastri. Meskipun Lasmi gadis buta, namun indera pendengarannya mampu mendengar suara Lastri. Kemudian Raja dan Lasmi pun sepakat membantu hantu Lastri untuk menyampaikan pesan amanat ibunya pada Rangga dan Sarah yang kemudian cerita pun berakhir dengan happy ending.
Pesan moral yang didapat begitu jelas dalam mengulas tentang hidup dan mati. Lastri yang memang sudah mati namun masih dapat gentayangan dan mampu melihat keindahan dunia, sejatinya itu adalah hidup. Sedangkan Lasmi nyata hidup namun sedari kecil sudah menjadi gadis buta yang tak dapat melihat keindahan dunia bahkan wajah kekasihnya pun Raja tidak dapat dilihatnya, maka itu sejatinya mati. Lastri mati tetapi hidup, sedangkan Lasmi hidup namun sejatinya mati karena tak mampu melihat apapun di dunia ini. Disajikan dengan penataan adegan yang rapi dan detail serta ditunjang dengan setting properti serta tata busana yang begitu megah dan mewah membuat pertunjukan teaterikal Tinta Merah menjadi tontonan yang sangat menarik dengan berkali-kali mendapatkan applause tepuk tangan meriah dari para penonton disetiap perpindahan plotasinya.

Pada gelaran ini SKB Sanggar Kencana Buana melibatkan lebih dari 50 pelajar SMP dan SMA di Jakarta Selatan. Para pelajar yang terlibat dalam pementasan tersebut adalah, Maryam Abida Shofin, Khairunnisa Cahya M, Zazkia Syaamila, Siti Nur Azizah, Kiki Vijalika Putri Agustin, Adisty Ayu Annisa, Sabrina Aulia Rahmah, Zakiah Jeni Rahmah, Elvina Siti Khumairah, Aura Gendis Felisya, Najwa Negita Waskin, Alya Arramadhani, Yesenia Suryana, dan Aira Assyfa A.P serta melibatkan lebih dari 14 penari pelajar dari sanggar tari Pinang Pola Jakarta Selatan menyajikan tampilan opening act. Sedangkan team produksi yang terlibat dalam gelaran ini adalah Pipiet Adam selaku Aspro, Ramela Ellya selaku Astrada, Hariansyah stage manager, Galang Saputra, Diba Anggia, dan M. Rizki Maulana selaku team kreatif, Selamet Saksono selaku penata artistik, Akbar dan Alya NP selaku fotografi dan dokumentasi, serta Alika Najla dan Sunarti selaku penata rias dan busana.
“Saya sendiri selaku penyelenggara dan pimpinan produksi sangat tidak menyangka ternyata kemampuan anak-anak pelajar ini begitu luar biasa dan piawai di atas panggung dalam memerankan tokoh yang diperankannya. Jujur ini berat dan tidak mudah saat menjalani proses pra produksi yang selalu ada saja kendalanya. Saya kaget lho kok bisa sebagus itu mereka di atas panggung, dan dari situlah kami semua menyadari kalau potens anak-anak para aktor pelajar ini harus terus diapresiasi dan diberikan kesempatan yang lebih luas untuk bisa meningkatkan kemampuan akting mereka di kancah panggung yang jauh lebih besar lagi,” ungkap Iqbal Boyrotan selaku ketua SKB dengan nada optimis dan bersemangat, sekaligus mengakhiri pembicaraan dan kunjungan kami dalam menyaksikan pentas teater Gerbang Hitam dan pentas teater Tinta Merah.
Satu kata, KEREN.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































