Sidoarjo, 15 Februari 2026 – Farel Rizki Rahmat Dani, pemuda asal Sidoarjo berusia 19 tahun, menjadi bukti bahwa ketekunan dan bakat bisa mengubah hobi menjadi sumber penghasilan mencengangkan. Dengan kemampuan merakit sound system dari ukuran terkecil hingga terbesar, Farel berhasil meraup pendapatan hingga Rp5.000.000 per bulan, tergantung musim acara dan event.
Sejak usia 14 tahun, Farel tak kenal lelah belajar otodidak. Pulang sekolah, ia langsung menyibukkan diri mempelajari teknik mixing audio hingga larut malam. “Saya mulai dari nol, tanpa kursus formal. Hanya modal YouTube dan praktik terus-menerus,” cerita Farel, yang kini dikenal sebagai FAREL DESIGN melalui akun media sosialnya @farelsaja_.Tak hanya di sound system, Farel juga mahir editing animasi yang terintegrasi dengan audio. Keterampilan ini menjadi andalannya untuk melayani klien event, pesta, hingga proyek desain multimedia. Hasil jerih payahnya? Pundi-pundi rupiah yang menggiurkan, membuat banyak pemuda seusianya terinspirasi meniti jejak serupa.
Kisah Farel menunjukkan potensi besar di industri kreatif digital, terutama bagi generasi muda Jawa Timur. Dengan semangat pantang menyerah, ia membuktikan bahwa sukses bisa diraih lewat passion yang ditekuni.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































