Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan yang pesat. Kehadiran teknologi semakin melekat dengan kehidupan manusia dan mempermudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Teknologi juga mulai diterapkan dalam berbagai industri khususnya pada sektor pertanian. Di bidang pertanian teknologi berperan penting dalam mempercepat proses produksi, serta mengoptimalkan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Smart Farming adalah solusi cerdas yang memanfaatkan sistem jaringan berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengendalikan area pertanian secara otomatis (Halawa, 2024). Berbagai teknologi diterapkan dalam menunjang kegiatan pertanian cerdas, salah satunya yaitu Internet of Things (IoT). Internet of Things (IoT) adalah gagasan dimana suatu benda dapat saling berkomunikasi satu sama lain sebagai sistem yang terintegrasi dengan menggunakan jaringan internet sebagai penghubung (Efendi, 2018). Sektor pertanian telah banyak menggunakan alat dan mesin yang berbasis IoT seperti drone, sensor kelembapan dan cuaca, serta smart irrigation. Berikut ini beberapa contoh penerapan IoT dalam bidang pertanian.
1. Drone
Drone dapat digunakan para petani untuk memantau lahan pertanian, menyemprotkan pupuk dan pestisida secara merata dan cepat, serta memetakan suatu lahan. Penggunaan drone dapat membantu petani dalam menjangkau seluruh wilayah tanah secara real-time tanpa harus turun langsung ke sawah. Selain itu, penggunaan drone sebagai sprayer pestisida dapat menyingkat waktu dan tenaga petani serta dapat mengurangi resiko penyemprotan pestisida secara langsung.
2. Sensor Tanah dan Cuaca
Soil and weather sensor (sensor tanah dan cuaca) akan membantu para petani dalam memantau, mengukur, dan mencatat kondisi tanaman. Sensor ini akan memperoleh data kelembaban tanah dan udara, suhu, pH tanah, kadar air, dan perkiraan waktu panen (Rachmawati, 2020). Data yang diperoleh akan dikirim ke komputer atau smartphone petani melalui internet.
3. Smart Irrigation
Sistem irigasi cerdas dapat membantu petani dalam mengontrol penggunaan air agar lebih efektif dan efisien. Teknologi ini memiliki sensor yang dapat membaca kondisi tanah seperti kadar air dan lingkungan sekitar, serta sistem kendali untuk menghidupkan atau mematikan saluran irigasi menggunakan mikrokontroler yang dapat dihubungkan ke web server (Rachmawati, 2020).
Penerapan teknologi berbasis IoT juga mulai digunakan disektor lainnya seperti perikanan, perairan, dan peternakan. Berikut ini beberapa contoh penerapannya.
– Perikanan: Sistem pemberian pakan otomatis yang dapat mengontrol waktu dan jumlah pakan melalui aplikasi.
– Perairan/Kelautan: Pengontrol sensor pH, suhu air, gelombang dan arus laut, serta kualitas air laut.
– Peternakan: Aplikasi monitoring kesehatan ternak demi kesejahteraan hewan ternak.
Penerapan teknologi di sektor pertanian membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam berbagai aktivitas pertanian. Tetapi dalam pelaksanaannya di lapangan masih mengalami kendala akibat keterbatasan akses internet, kurangnya pengetahuan, serta kebiasaan petani yang masih menggunakan cara konvensional. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Referensi:
– Efendi, Y. 2018. Internet of Things (IoT) Sistem Pengendalian Lampu Menggunakan Raspberry Pi Berbasis Mobile. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer. Vol. 4(1): 19-26.
– Halawa, D. N. 2024. Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi. Vol. 6(2): 502-512.
– Rachmawati, R. R. 2020. Smart Farming 4.0 untuk Mewujudkan Pertanian Indonesia Maju, Mandiri, dan Modern. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol. 38(2): 137-154.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































