Bengkulu – Upaya peningkatan kualitas komunikasi publik di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan tiga Aparatur Sipil Negara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu dalam Pelatihan Master of Ceremony (MC) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kamis (11/12) secara hybrid.
Tiga peserta dari Lapas Bengkulu tersebut yaitu Neni Widiawati (Staf Bimkemaswat), Depriansyah (Staf Umum), dan Suci Dwi Hanori (Staf KPLP). Mereka mengikuti serangkaian materi komprehensif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dalam membawakan acara, baik pada tingkat internal maupun acara resmi pemerintahan.
Materi pelatihan mencakup teknik public speaking yang efektif, pengaturan intonasi suara, penguasaan panggung, teknik membuka dan menutup acara, serta strategi menjaga alur kegiatan agar tetap dinamis. Peserta juga dibekali dengan manajemen waktu, penanganan situasi tak terduga, serta praktik menjaga citra profesional melalui performa dan etika seorang MC yang sesuai standar keprotokolan nasional.
Tidak hanya teori, pelatihan juga dilengkapi simulasi langsung yang memungkinkan peserta mengaplikasikan kemampuan dalam menghadapi berbagai tipe audiens dan format acara, mulai dari kegiatan internal, kunjungan kerja, hingga acara seremonial berskala besar.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, memberikan apresiasi atas keikutsertaan tiga ASN tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian penting dari pembangunan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Kami mendukung penuh setiap upaya peningkatan kompetensi pegawai. Kemampuan sebagai MC bukan hanya soal berbicara, tetapi membangun citra profesional lembaga melalui komunikasi yang tertata dan beretika. Dengan pelatihan ini, saya berharap pegawai kami semakin siap mengemban tugas pada berbagai kegiatan resmi,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Lapas Bengkulu terus mendorong ASN untuk terlibat dalam program pengembangan diri guna memperkuat kualitas layanan dan tata kelola organisasi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ketiga ASN Lapas Bengkulu dapat menjadi role model dalam membawakan acara secara profesional, komunikatif, dan sesuai standar keprotokolan, sehingga mendukung citra positif pemasyarakatan di tingkat daerah maupun nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































