Kedawung-Cirebon. Pelaksanaan MTQH ke-51 telah berlangsung di babak final. Pada hari ini (28 November 2025), persaingan sengit tampak pada cabang Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) yang bertempat di Auditorium UI Bunga Bangsa Cirebon dan cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) yang dilaksanakan di Auditorium Multimedia SMK IC Kedawung. Kedua cabang musabaqoh diikuti oleh 6 finalis terbaik 1-3 kategori putra dan putri.
Suasana yang penuh haru dan tegang, tampak tidak hanya meliputi wajah para finalis akan tetapi para official dan suproter pun merasakan dag-dig-dug nya, ketika melihat para pesertanya sedang menunjukan performanya. Menurut pengakuan salah satu finalis SQ (Kecamatan tengah Tani) bahwa MTQH tahun ini terasa lebih menantang, selain kualitas para finalis yang hebat-habat, juga dukungan suproter semakin membludak. demikian juga pada cabang KTIQ ketika para peserta enyajikan presentasi hasil tulisannya, suasana pun terus dibanjiri dengan ucapan semangat dan tepuk tangan. fenomena ini tentunya semakin manambah kehangatn sekaligus ketegangan bagi para peserta.

cabang Syarhil Quran sebagai salah satu cabang yang sangat menarik dalam MTQH, selain kepiawaian pensyarah dalam menyajikan penafsiran-peanfsiran dengan retorika yang unik dan memukau, juga diselingi oleh alunan alquran yang bergitu merdu dan suara sartilawah yang syahdu. kolaborasi tim pemain menyajikan penampilan yang cuki=up menarik, unik dan nyentrik. Kreativitas para finalis dalam mengolah kata dan mengurai makna, membawa kesan tersendiri bagi para dewan hakim dan penonton.
Demikian juga pada cabang KTIQ, meskipun yang dinilai adalah aspek tulisan, namun untuk cabang final lebih menekankan pada bagaimana talenta komunikasi finalis dalam mempresntasikan tulisannya di hadapan dewan hakim. Kekuatan argumen yang logis dan sistemik, serta didukung oleh gaya retorika dan diksi yang menarik menjadi sorotan dewan hakim dalam sesi tersebut. Salah satu finalis dari kecamatan sedong (Azzahra) mengungkapkan bahwa babak presntasi merupkana babak yang menegangkan. “Ada suasana yang berebeda, kalau kemarin Kita diminta fokus membaca, menuangkan ide dan gagasan pada tulisan tanpa dukungan dan suproter, kalau sekarang justru malah dituntut fokus ditengah-tengah suporter. suasana ini yang nambah tegang tapi menantang” Ujarnya.
Terkait dengan harapan ke depan, para finalis berharap bahwa MTQ ke depan terus dipertahankan dengan konsep yang lebih terencana melalui pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan. para peserta MTQ berharap KTIQ menjadi salah satu kegiatan yang terus berlajan di luar MTQ dalam bentuk pelatihan-pelatihan menulis yang diwadahi dan dimotori oleh LPTQ Kecamatan atau Kabupaten.
Di tengah pelaksanaan lomba, Camat Kedawung (Moh. Firdaus Agih) turut hadir dan terus mengontrol dan memberikan suport terhadap kelangsungan kegiatan MTQ. Beliau meninjau beberapa lokasi MTQ, menyapa panitia, serta memastikan bahwa penyelenggaraan final MTQ hari ini berjalan tertib, kondusif, dan sesuai tata tertib. “Kami ingin memastikan seluruh rangkaian MTQ berlangsung lancar dan memberikan kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela peninjauan.
Kehadiran camat tersebut mendapat apresiasi dari panitia dan peserta karena menunjukkan dukungan penuh dari pihak kecamatan terhadap kegiatan syiar Qur’ani ini. Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan MTQ mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan tinggi terhadap Al-Qur’an.
Koordinator lapangan Maratusholihah atau lebih akarab dipannggil bu Eha, menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga kemeriahan dan syair islam, panitia lokal terus berusaha menggiring dan menjadwal warga masyarakat yang tergabung dalam majlis taklim, sekolah-sekolah untuk bisa hadir menyaksikan kegiatan tersebut. “alhamdulillah untuk hari ini, tiap arena lomba dihadiri oleh majlis taklim dan anak-anak sekolah. sealin untuk memeriahkan sekaligus sarana untuk belajar bagi para warga masyarakat terkait dengan nilai-nilai Alquran” ujarnya.
Rangkaian kegiatan pada hari kedua ditutup pada sore hari dengan suasana penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































