Solok, Sumatera Barat – Gunung Talang, sang primadona pendakian di Sumatera Barat dengan ketinggian mencapai 2.597 meter di atas permukaan laut (MDPL), kembali menjadi saksi bisu keberanian seorang pendaki muda. Fadiel Romansya, yang baru-baru ini membagikan kisah perjalanannya, berhasil menaklukkan puncak ikonik ini, meninggalkan catatan memukau dari rimbunnya kebun teh hingga kawasan cadas yang eksotis sekaligus aktif.
Perjalanan Fadiel dimulai dari jalur pendakian yang mempesona di lereng Gunung Talang, kawasan Solok Selatan. “Mulai dari kebun teh yang hijau menyegarkan, rasanya seperti masuk ke dunia dongeng,” tulis Fadiel dalam unggahannya di media sosial, yang langsung viral di kalangan komunitas pendaki. Rimbunnya pepohonan teh memberikan kontras indah sebelum pendaki memasuki zona yang lebih menantang: hamparan cadas dengan aktivitas vulkanik ringan yang membuat setiap langkah terasa mendebarkan.
Tak hanya soal pemandangan, Fadiel juga berbagi tips praktis bagi pendaki pemula. Ia menekankan pentingnya persiapan fisik, perlengkapan lengkap, dan koordinasi dengan tim untuk menghadapi medan licin serta cuaca yang tak terduga. “Gunung Talang bukan hanya soal tinggi, tapi ujian ketangguhan jiwa,” ujarnya, menginspirasi ribuan netizen yang kagum dengan foto-foto puncaknya yang diselimuti kabut pagi.
Prestasi ini semakin spesial karena Gunung Talang dikenal sebagai “Atap Solok” berkat panorama 360 derajat yang menawarkan pemandangan Danau Singkarak hingga Pegunungan Bukit Barisan. Bagi Fadiel, pendakian ini bukan akhir, melainkan babak baru dalam petualangannya menjelajahi gunung-gunung Sumatera.
Komunitas pendaki lokal menyambut positif kisah Fadiel. “Ia membuktikan bahwa semangat muda bisa menaklukkan apa saja,” kata seorang anggota klub pendaki Solok. Saat ini, Gunung Talang tetap dibuka dengan protokol keselamatan ketat dari Balai Konservasi Alam Solok.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































