TUBAN – Dalam upaya memperkokoh tali silaturahmi dan membangun kekuatan mental-spiritual, rombongan Dewan Guru SMK Kebudayaan Jakarta bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Radar Nusantara Indonesia menggelar kegiatan ziarah ke Makam Sunan Kalijaga di kawasan Ploso Songo, Tuban.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata religi biasa, melainkan sebuah upaya strategis untuk menyelaraskan visi pendidikan dan pendampingan hukum melalui nilai-nilai luhur para Wali Songo.
Menelusuri Jejak Ploso Songo: Sejarah dan Kedalaman Makna.
Situs Ploso Songo di Tuban memiliki kaitan erat dengan perjalanan dakwah Sunan Kalijaga (Raden Mas Said). Konon, lokasi ini merupakan tempat pengasingan dan meditasi beliau dalam upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebelum menjalankan tugas dakwah yang lebih luas di tanah Jawa.
Nama “Ploso Songo” sendiri merujuk pada sembilan pohon Ploso yang tumbuh di sekitar lokasi tersebut, yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai simbol dari sembilan wali (Wali Songo). Sejarah mencatat bahwa di tempat inilah Sunan Kalijaga menanamkan dasar-dasar strategi dakwah yang moderat, akulturatif, dan menyentuh hati rakyat kecil.
Filosofi Sunan Kalijaga: Kunci Kerjasama dan Kekuatan.
Pemilihan makam Sunan Kalijaga di Ploso Songo sebagai tujuan utama bukan tanpa alasan. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menjalin kerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kaum jelata hingga penguasa.

”Kami datang ke sini untuk mengambil api semangat dari Sunan Kalijaga. Beliau adalah simbol fleksibilitas dan keteguhan, dalam mengelola sekolah dan menghadapi tantangan hukum di lapangan kami butuh kekuatan spiritual agar kerjasama antara pendidik dan praktisi hukum tetap solid.” Ujar perwakilan rombongan.
Jika merujuk pada “Embah Gus Dur” yang membuka situs ziarah ini pada tahun 1999 atas dasar firasat dan arahan para sesepuh beliau, yang memberikan pesan “jika ingin negara tentram carilah makam Sunan Kalijogo”, menurut “Embah Gus Dur” di Dusun Soko, Desa Medalem, Kecamatan Senori ini adalah rumahnya dan yang di Kadilangu itu kantornya.
Membangun Sinergi Pendidikan dan Hukum.
Kerjasama antara Dewan Guru SMK Kebudayaan Jakarta dan LBH Radar Nusantara Indonesia diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih aman dan sadar hukum.
Ziarah ini menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk menumbuhkan Integritas, meneladani kejujuran dan dedikasi Sunan Kalijaga.
Mempererat Komunikasi, dengan diskusi santai namun berbobot selama perjalanan ziarah memperkuat chemistry antar personil.
Refleksi Diri, menenangkan pikiran di tengah hiruk-pikuk tugas profesional untuk mendapatkan ide-ide baru yang lebih inovatif.
Kegiatan ditutup dengan tahlil dan doa bersama dihadapan makam Sunan Kalijaga serta berkomitmen untuk terus melestarikan nilai budaya nusantara dalam setiap gerak langkah pengabdian kepada masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































