Belanti, Tanjung Raja – Usaha peternakan sapi di Desa Belanti, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya, peternakan sapi di desa ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih terkendala oleh keterbatasan pengetahuan dan sarana pendukung.
Sebagian besar warga Desa Belanti memelihara sapi sebagai usaha utama maupun sampingan. Letak desa yang dikelilingi area padang rumput hijau alami menjadi keunggulan tersendiri bagi peternak, karena kebutuhan hijauan pakan dapat terpenuhi dengan mudah tanpa biaya besar. Rumput hijau yang tumbuh di tanah lapang pinggir desa menjadi sumber utama pakan ternak dan membantu menekan biaya operasional.
“Rumput di sekitar desa sangat membantu, jadi kami tidak terlalu banyak keluar uang untuk beli pakan,” ujar salah satu peternak dalam wawancara observasi.

Namun di balik potensi tersebut, peternak masih menghadapi sejumlah permasalahan. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya pengetahuan tentang penanganan kesehatan ternak. Perawatan sapi yang sakit sebagian besar dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi tanpa pendampingan dari penyuluh peternakan. Kondisi ini membuat peternak kesulitan mengenali jenis penyakit, cara pencegahan, hingga langkah penanganan yang benar.
Ketersediaan pakan juga menjadi tantangan saat musim kemarau. Rumput hijau mulai berkurang sehingga peternak harus mencari rumput ke lokasi yang lebih jauh atau membeli pakan tambahan seperti dedak dan konsentrat. Selain itu, sarana kandang yang digunakan masih sederhana dan belum memenuhi standar sanitasi ideal untuk mencegah penyakit.
Dari sisi pemasaran, penjualan sapi di Desa Belanti masih bergantung pada pengepul atau pembeli musiman, terutama menjelang Idul Adha. Hal ini membuat harga jual sering bergantung pada pasar dan masih kurang menguntungkan bagi peternak.
Meski demikian, potensi pengembangan peternakan sapi di desa ini masih sangat besar. Permintaan daging sapi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir cukup tinggi, dan sapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi saat Hari Raya Kurban. Selain itu, pembentukan kelompok ternak menjadi peluang untuk membuka akses pelatihan, bantuan modal, dan pendampingan pemerintah.
Dalam laporan observasi, direkomendasikan pula adanya program pelatihan mengenai kesehatan ternak, teknik pembuatan pakan alternatif, serta manajemen usaha peternakan. Diharapkan, dengan dukungan pelatihan dan fasilitas yang memadai, peternakan sapi di Desa Belanti mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan potensi alam yang melimpah dan semangat masyarakat desa yang tinggi dalam beternak, Desa Belanti dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra peternakan sapi yang lebih maju di wilayah Tanjung Raja.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































