Ogan Ilir, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Bangsa yang berlokasi di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan, menjadi tumpuan utama masyarakat dalam melanjutkan pendidikan nonformal. Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya, lembaga ini tercatat masih aktif menyelenggarakan program Paket B dan Paket C dengan jumlah peserta mencapai 110 orang.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 98 orang mengikuti Paket C, sementara 12 orang lainnya mengikuti Paket B. Mayoritas peserta merupakan warga yang putus sekolah sejak SD, SMP, hingga SMA, dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun. Tingginya minat pada program Paket C didorong oleh kebutuhan masyarakat akan ijazah setara SMA untuk melamar pekerjaan ataupun meningkatkan taraf hidup keluarga.
Kepala PKBM Tunas Bangsa, Guntur, menjelaskan bahwa meski minat masyarakat meningkat, PKBM masih menghadapi berbagai kendala. “Keterbatasan sarana, ruang belajar sempit, dan minimnya tutor membuat kami harus bekerja ekstra. Bahkan untuk pelaksanaan ujian, kami terpaksa meminjam ruang di sekolah terdekat,” ujarnya.
Selain program pendidikan kesetaraan, PKBM Tunas Bangsa sebelumnya pernah menjalankan program keaksaraan, Paket A, serta pelatihan keterampilan seperti menjahit dan tata boga. Namun program tersebut saat ini tidak lagi berjalan karena kekurangan tutor dan tidak tersedianya fasilitas pendukung.
Hasil observasi juga mengungkap bahwa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dahulu aktif kini tidak lagi berfungsi. Koleksi buku yang terbatas, ruang yang tidak terawat, dan tidak adanya pengelola menjaga TBM menjadi salah satu penyebab menurunnya aktivitas literasi di desa.
Di sisi lain, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Banyak warga dewasa, khususnya ibu rumah tangga dan pekerja kebun, kembali mengikuti pembelajaran meski memiliki jadwal kerja yang padat. Pembelajaran rutin dijadwalkan tiga kali seminggu, namun beberapa peserta hanya hadir sekali seminggu karena kesibukan bekerja.
Melihat kondisi yang ada, sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain mengaktifkan kembali program keaksaraan dan Paket A, menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan lokal, memperbaiki sarana belajar melalui pengajuan proposal bantuan, serta menghidupkan kembali TBM dengan dukungan relawan desa.
Pengamat pendidikan dari Universitas Sriwijaya menilai PKBM Tunas Bangsa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. “Kebutuhan pendidikan masyarakat sangat tinggi. Jika sarana dan SDM bisa diperkuat, PKBM dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas hidup warga Desa Sungai Lebung,” ujarnya.
Pemerintah desa diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pendanaan, fasilitas, dan kemitraan agar PKBM Tunas Bangsa dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































