Candi Prambanan akan menjadi ruang berkumpul umat Hindu Nusantara dan dunia melalui rangkaian perayaan spiritual budaya Prambanan Shiva Festival 2026. Festival ini akan berlangsung pada tanggal 17 Januari – 15 Februari 2026 dan berpusat di kawasan Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.
Mengusung tema “The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony,” Prambanan Shiva Festival merupakan perayaan tahunan untuk menyambut hari suci Shivaratri yang diperingati oleh umat Hindu tiap tahunnya sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Shiva. Lebih dari perayaan keagamaan, Prambanan Shiva Festival juga menjadi momentum menguatkan peran Candi Prambanan sebagai salah satu warisan budaya dunia sekaligus pusat spiritual umat Hindu.
Prambanan Shiva Festival terselenggara melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta InJourney Destination Management. Beragam kegiatan yang akan berlangsung di Prambanan Shiva Festival antara lain:
1. Prosesi Sembahyang Mahashivaratri

Prosesi sembahyang Mahashivaratri menjadi puncak dari seluruh rangkaian Prambanan Shiva Festival. Mahashivaratri dimaknai sebagai malam keagungan Dewa Shiva, yang menjadi waktu istimewa bagi umat Hindu untuk meningkatkan spiritualitas diri.
Rangkaian peribadatan diawali dengan melantunkan doa-doa suci, menjalankan puasa, serta merenungkan nilai etika, kebajikan, pengampunan, dan anugerah Dewa Shiva. Prosesi suci ini dilaksanakan pada tengah malam hingga dini hari mulai pukul 00.00 – 03.00 WIB, sebagai momen kontemplatif bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Dewa Siwa. Setelah melalui sejumlah prosesi, rangkaian ibadah diakhiri dengan persembahyangan Tilem Kepitu yang menandai berakhirnya malam suci Mahashivaratri.
2. Festival Dipa dan Damaru

Sebagai bagian dari closing ceremony, Festival Dipa dan Damaru menjadi momen puncak yang paling ditunggu wisatawan. Kegiatan ini akan digelar pada 15 Februari 2026 di Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan.
Festival ini menghadirkan prosesi renungan suci dengan pelantunan 1008 nama Shiva, dilanjut dengan penyalaan dipa secara massal sebagai simbol cahaya dan kesadaran batin. Dentingan alat musik Damaru juga turut hadir dalam satu rangkaian yang meramaikan malam hangat di Candi Prambanan.
Rangkaian acara closing ceremony ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik etnik, tari Nusantara, tari abad ke-9, serta tari Shiva Nataraja. Pertunjukan tari Shiva Nataraja memiliki makna penting dalam perayaan Mahashivaratri sebagai penggambaran perwujudan Shiva dalam siklus penciptaan, pemeliharaan, dan kehancuran. Tarian ini melambangkan energi kreatif, pemeliharaan alam semesta dan kekuatan Shiva dalam siklus hidup.
3. Pameran Lukisan, Parade Budaya, dan Spiritual Tour

Selain prosesi keagamaan, Prambanan Shiva Festival juga mengajak pengunjung menelusuri jejak spiritual yang melekat pada Candi Prambanan. Salah satunya adalah pameran lukisan yang mengangkat tema aktivitas religi di Candi Prambanan, termasuk relief candi utama dan candi perwara yang merekam jejak pemujaan Dewa Shiva sejak abad ke-9.
Rangkaian ini dilengkapi dengan Parade Budaya yang menampilkan keragaman seni, tradisi, dan identitas budaya dari berbagai daerah pada 14 Februari 2026. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti Spiritual Tour pada 10–13 Februari 2026 untuk menelusuri candi-candi bersejarah di kawasan Prambanan..
4. Peduli Lingkungan melalui Bhakti Shivagrha
Selain menghadirkan momen peribadatan sakral, komitmen terhadap pelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan turut menjadi bagian penting dalam Prambanan Shiva Festival melalui kegiatan Bhakti Shivagrha. Program ini menjadi kegiatan kolektif yang melibatkan pengunjung, masyarakat, dan komunitas untuk merawat kawasan budaya Candi Prambanan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung mulai 8 Februari 2026 ini mencakup Gerakan Wisata Bersih serta penanaman pohon langka seperti parijata, kawista, dan genitri. Ada pula pelepasan fauna berupa ikan air tawar dan burung dara di lingkungan Candi Prambanan pada 8 Februari 2026.
5. Forum Konferensi Internasional
Prambanan Shiva Festival turut menghadirkan konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Kegiatan edukatif ini akan berlangsung pada 15 Februari 2026, pukul 09.00–13.00 WIB di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan.
Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi riset internasional untuk mengeksplorasi Candi Prambanan dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, arkeologi, hingga spiritualitas. Kehadiran konferensi ini juga menjadikan posisi Prambanan bukan hanya sebagai situs warisan dunia, tetapi juga pusat pengetahuan dan dialog lintas budaya yang terus berkembang.
Eksplor Ragam Aktivitas Menarik di Sekitar Candi Prambanan
Selain menyaksikan momen peribadatan dan festival dipa di Prambanan Shiva Festival, jangan lewatkan keseruan aktivitas lainnya di sekitar Candi Prambanan berikut ini!
1. Menyaksikan Pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan

Salah satu kegiatan menarik yang tak boleh dilewatkan saat datang ke Candi Prambanan adalah menyaksikan pertunjukan ikonik sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan tari dan drama ini mengangkat kisah Ramayana dengan latar panggung modern yang menakjubkan.
Sendratari Ramayana Prambanan bisa disaksikan tiap hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu di Gedung Trimurti untuk pertunjukan indoor, dan Teater Amphi Prambanan untuk outdoor. Adapun harga tiket pertunjukan yaitu Rp150 ribu dan bisa dibeli secara online dengan mengunjungi Instagram @ramayanaprambanan.
2. Telusur Desa Wisata Bugisan hingga Relief Candi Plaosan

Untuk kamu yang ingin menenangkan diri riuh perkotaan, coba melipir sejenak ke Desa Wisata Bugisan yang lokasinya tidak jauh dari Prambanan. Persawahan hijau khas suasana asri pedesaan menjadi daya tarik utama yang cocok sebagai pilihan tempat untuk beristirahat setelah lelah berkeliling di area Prambanan.
Terlebih, desa wisata ini juga mempunyai candi kembar yang dikenal dengan nama Candi Plaosan. Bangunan candi yang dipengaruhi oleh arsitektur Hindu dan Buddha itu mempunyai pesona menarik untuk diabadikan dan dieksplorasi pada tiap sudut bangunannya.
Berdiri gagah di tengah persawahan yang mengelilinginya, Candi Plaosan juga memancarkan pesona yang mengagumkan saat sore hari. Langit oranye yang menenangkan dari balik candi menjadi latar sempurna untuk mengabadikan momen padu keindahan alam dengan kemegahan Candi Plaosan.
3. Santap Soto Bathok Mbah Katro Sambisari

Tak jauh dari Candi Prambanan, ada hidangan tradisional yang menghadirkan pengalaman kuliner otentik khas Jogja, yaitu soto bathok. Salah satu tempatnya berada di Sambisari, Kalasan, Kabupaten Sleman dengan nama Soto Bathok Mbah Katro.
Sesuai namanya, hidangan ini menyajikan soto bening dengan nasi isian tauge, sayuran, dan daging di dalam tempurung kelapa. Seporsi soto bathok bisa dinikmati dengan harga mulai Rp6000 — Rp8000 di luar makanan pelengkap seperti sate usus, sate telur puyuh, perkedel dan lainnya.
Tempat ini juga memungkinkan pengunjung bisa menikmati soto dengan pemandangan Candi Sambisari. Tentunya, candi ini juga bisa menjadi tempat yang dikunjungi untuk mendalami wisata candi baik sebelum atau sesudah menyantap soto bathok.
Itulah beberapa kegiatan menarik yang bisa kamu ikuti di event Prambanan Shiva Festival 2026. Apa kamu tertarik untuk mengikuti salah satunya? Atau ingin tahu informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik mengenai event di Indonesia lainnya? Kunjungi akun Instagram resmi @eventbyindonesia, ya!
Yuk, liburan #DiIndonesiaAja agar lebih mengenal keindahan alam Indonesia serta mendukung peningkatan perekonomian di Indonesia. Supaya kamu tidak ketinggalan informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya, jangan lupa kunjungi juga situs indonesia.travel ya!
Sumber berita dan foto : Kemenpar
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































