Siaran Berita, Bali, (16/1/2026) – Ketika banyak pelajar seusianya lebih akrab dengan gawai dan layar digital, sebuah kisah lain tumbuh perlahan dari Desa Jimbaran, Kabupaten Badung. Dari ruang-ruang sunyi yang dipenuhi aroma daun lontar dan bunyi halus goresan pisau pengrupak, lahir sebuah prestasi yang mengingatkan bahwa kebudayaan Bali masih berdenyut kuat. Komang Ari Wibawa Adi Putra, pelajar asal Jimbaran, berhasil meraih medali emas lomba Nyurat Lontar pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar Provinsi Bali. Sebuah capaian yang tidak hanya berbicara tentang kemenangan, melainkan juga tentang ketekunan merawat warisan leluhur.
Komang Ari Wibawa Adi Putra merupakan pelajar dari Desa Jimbaran yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat Bali yang lekat dengan tradisi seni dan budaya. Sejak usia belia, Komang Ari telah diperkenalkan pada seni tulis lontar, sebuah keterampilan klasik yang menuntut kesabaran, ketelitian, serta pemahaman mendalam terhadap aksara Bali. Ia dikenal sebagai sosok pelajar yang tekun, disiplin, dan memiliki minat besar pada pelestarian budaya lokal. Proses belajarnya tidak instan. Komang Ari menghabiskan waktu panjang untuk memahami teknik dasar, menjaga kerapian goresan, mengatur tekanan tangan, hingga memastikan setiap aksara tertulis sesuai pakem. Dari proses itulah terbentuk karakter yang kuat, sabar, dan konsisten, nilai-nilai yang kemudian tercermin dalam setiap karya yang ia hasilkan.

Dalam ajang Porsenijar Provinsi Bali, Komang Ari tampil membawa nama Kabupaten Badung dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menghadirkan karya yang menunjukkan kematangan teknik dan kedalaman pemahaman terhadap nyurat lontar. Dewan juri menilai karyanya unggul dari sisi kerapian, ketepatan bentuk aksara, serta keselarasan komposisi. Setiap guratan yang tertoreh di atas daun lontar menjadi bukti latihan panjang dan kecintaan yang tulus terhadap seni tradisi.
Keberhasilan tersebut menjelma menjadi kebanggaan kolektif. Bagi masyarakat Jimbaran, capaian Komang Ari bukan hanya prestasi individu, melainkan simbol keberhasilan pendidikan budaya yang masih hidup dan relevan. Kabupaten Badung pun kembali mencatatkan namanya sebagai daerah yang konsisten melahirkan generasi muda berprestasi dalam bidang seni tradisional, sebuah capaian yang semakin langka di tengah perubahan zaman.
Lebih jauh, kemenangan Komang Ari membuka ruang refleksi tentang posisi seni tradisi dalam dunia pendidikan. Nyurat lontar bukan sekadar keterampilan estetis, tetapi sarana pewarisan nilai, sejarah, serta cara pandang hidup masyarakat Bali. Melalui prestasinya, Komang Ari memperlihatkan bahwa seni tradisi dapat menjadi jalur prestasi yang bermartabat sekaligus medium pembentukan karakter generasi muda.

Harapan pun mengiringi langkahnya. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi pelajar lain untuk tidak ragu menekuni seni dan budaya daerah. Di tengah arus globalisasi, kisah Komang Ari Wibawa Adi Putra menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak harus ditinggalkan untuk meraih prestasi, justru dapat menjadi kekuatan utama untuk melangkah lebih jauh.
Kabupaten Badung, melalui kisah ini, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan seni dan budaya di kalangan pelajar. Dukungan terhadap ruang belajar, kompetisi seni, serta pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak Komang Ari lainnya, generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga setia menjaga denyut warisan budaya Bali.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































