Pernah penasaran ga? kenapa daun singkong di restoran selalu tampak hijau segar, padahal sudah direbus lama? Ternyata ada trik khusus di balik proses memasaknya, loh. Yuk, disimak penjelasan berikut.
Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) memiliki rasa yang sedikit pahit, tetapi tetap enak disajikan sebagai sayur maupun lalapan. Sayuran ini mengandung asam amino esensial, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Selain itu, daun singkong juga kaya mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, natrium, mangan, besi, tembaga, dan seng (Gardjito et al., 2024).
Warna hijau pada daun singkong berasal dari pigmen bernama klorofil, yaitu pigmen penting dalam proses fotosintesis. Namun, klorofil sangat rentan rusak selama proses pemanenan, penyimpanan, maupun pemasakan. Pigmen ini dapat cepat berubah akibat panas, kondisi asam, atau aktivitas enzim di dalam daun. Ketika klorofil kehilangan ion magnesium (Mg²⁺), warnanya memudar dan berubah menjadi feofitin, yaitu pigmen berwarna hijau kusam hingga kecokelatan. Inilah alasan mengapa banyak sayur hijau berubah warna ketika dimasak terlalu lama atau berada dalam kondisi asam (Indrasti et al., 2019).
Untuk mempertahankan warna hijau cerah tersebut, saat proses memasak dapat ditambahkan sedikit soda kue. Penambahan natrium bikarbonat (NaHCO₃) membuat suasana air rebusan menjadi lebih basa, sehingga pembentukan feofitin dapat diperlambat. Soda kue juga aman digunakan dalam makanan, sehingga cocok sebagai penstabil warna alami (Kurniawan et al., 2014).
Kombinasi soda kue dan garam juga bisa membantu daun singkong lebih cepat empuk dan mengurangi rasa pahit. Garam (NaCl) menambah rasa dan membantu proses pelunakan, sedangkan soda kue menghasilkan gelembung gas saat dipanaskan yang ikut mempercepat tekstur menjadi lebih lembut (Fadillah et al., 2024).
Tapi ingat, penggunaan soda kue tidak boleh berlebihan karena dapat menurunkan kualitas nutrisi sayuran. Jadi, pakai sedikit saja untuk hasil yang maksimal.
Gardjito, M., Santoso, U., dan Harmayani, E. 2024. Seri Pusaka Cita Rasa Indonesia: Makanan Penyerta Dan Pelengkap Hidangan Indonesia. Yogyakarta: Nigtoon Cookery.
Indrasti, D., Andarwulan, N., Purnomo, E. H., & Wulandari, N. (2019). Klorofil daun Suji: potensi dan tantangan pengembangan pewarna hijau alami. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 24(2), 109-116.
Kurniawan, M. P., Ma’ruf, W. F., & Agustini, T. W. (2014). Pengaruh Penambahan MgCO3 dan NaHCO3 dengan Perbedaan Pencahayaan Terhadap Stabilitas Pigmen Klorofil-A Mikroalga Chlorella vulgaris. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(2), 25-33.
Fadillah, R. A., Nur, A. V., Rahmasari, K. S., & Waznah, U. (2024). Pengaruh Penambahan Zat Aditif pada Perebusan Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Kadar Besi (Fe) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Fullerene Journal of Chemistry, 9(1), 1-7.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































