Di era digital ini, pesan makanan online sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Cukup buka aplikasi seperti GoFood atau GrabFood, makanan favorit langsung di depan pintu. Tapi, apa yang bikin pengguna betah bertransaksi digital? Penelitian terbaru ungkap tiga faktor utama: nilai terasa, kepercayaan, dan kemudahan pembayaran.
Studi berjudul “The Influence of Perceived Value, Trust, and Payment Convenience on Digital Purchase Satisfaction of Food Delivery Application Users” dari Journal of Social Science and Business Studies (Vol. 3 No. 4, 2025) jadi rujukan penting. Penelitian ini ditulis oleh: Mozart Malik Ibrahim (Perbanas Institute), Andriya Risdwiyanto (Universitas Proklamasi 45), Vivid Violin (Politeknik Maritim AMI Makassar), Reza Yonatan Hanata (STIE Harapan Bangsa), Sonya Sidjabat (Institut Transportasi dan Logistik Trisakti), dan La Mema Parandy (Institut Agama Islam Attarmasi Pacitan). Mereka survei 200 pengguna rutin aplikasi makanan di Indonesia menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan sampling purposive. Hasilnya menunjukkan ketiga faktor itu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belanja digital.
*Pasar Digital Makanan Lagi Ngegas*
Pasar pesan antar makanan di Indonesia tumbuh pesat. Transaksi e-commerce makanan capai triliunan rupiah per tahun, didorong penetrasi internet dan gaya hidup urban. Penelitian ini relevan karena jelaskan dinamika konsumen di tengah kompetisi ketat antaraplikasi.
Temuan utama selaras dengan Technology Acceptance Model (TAM). Konsumen puas saat layanan mudah diakses dan terpercaya. Bagi UMKM, ini peluang besar untuk ikut serta dalam ekosistem digital.
*Nilai Terasa Jadi Penentu Utama*
Perceived value adalah persepsi manfaat versus biaya. Tak hanya harga murah, tapi juga kualitas makanan, kecepatan pengiriman, dan promo tambahan. Studi buktikan faktor ini dorong kepuasan tinggi.
Di Indonesia, strategi bundling atau cashback efektif. UMKM bisa tambah nilai unik, seperti bahan lokal organik, untuk bersaing. Tanpa perceived value kuat, pelanggan mudah beralih.
*Kepercayaan Bangun Loyalitas Jangka Panjang*
Trust mencakup keandalan layanan, transparansi harga, dan keamanan data. Penelitian tunjukkan pengaruh signifikan ke kepuasan. Fitur seperti tracking real-time dan rating pengguna perkuat rasa aman.
Bagi pelaku usaha kecil, konsistensi kunci. Foto produk asli, respons cepat, dan sertifikasi halal ciptakan kepercayaan. Regulasi OJK soal data pribadi dukung ekosistem ini berkembang.
*Kemudahan Pembayaran Percepat Transaksi*
Payment convenience seperti e-wallet (OVO, GoPay, QRIS) hilangkan hambatan checkout. Hasil studi: faktor ini tingkatkan kepuasan secara nyata.
Inklusi keuangan digital via BI-Fast bantu UMKM rural. Warung makan kecil pasang QRIS, langsung akses pasar nasional. Generasi muda yang tech-savvy pilih opsi instan ini.
*Implikasi Praktis untuk UMKM dan Pemerintah*
Penelitian beri rekomendasi actionable. Perusahaan makanan kembangkan fitur personalisasi berbasis AI. UMKM agribisnis di Pacitan bisa gabung platform, fokus tiga kunci untuk naik kelas.
Pemerintah dorong pelatihan digital dan regulasi inklusif. Di 2026, ekonomi digital jadi pilar utama. Tantangan seperti inflasi dan cybersecurity harus diatangani bersama.
Studi rilis 30 Desember 2025 ini ingatkan: kepuasan konsumen kunci pertumbuhan. Dari aplikasi besar hingga UMKM lokal, manfaatkan peluang agar ekonomi kerakyatan maju.
*(Penulis: Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Islam, IAI ATTARMASI Pacitan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































