Ramadan kembali hadir menyapa Indonesia dengan suasana yang khas dan menenangkan. Masjid-masjid dipenuhi jamaah tarawih, lantunan tadarus terdengar dari berbagai penjuru kampung, dan kajian-kajian keislaman berlangsung dengan bebas. Umat Islam dapat berpuasa, beribadah, dan mengekspresikan semangat keagamaannya tanpa rasa takut. Di negeri ini, kebebasan beribadah bukan sekadar hak konstitusional, tetapi juga karunia besar dari Allah yang patut disyukuri.
Allah berfirman:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.” (QS. Al-Baqarah: 256)
Ayat ini menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan prinsip penting dalam Islam. Indonesia, dengan segala keberagaman budaya dan keyakinannya, memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah Ramadan secara terbuka dan damai. Nikmat ini sering kali terasa biasa, padahal tidak semua umat Muslim di dunia dapat merasakannya.
Di saat masyarakat Indonesia dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, sebagian saudara kita di Timur Tengah menghadapi situasi yang jauh berbeda. Konflik geopolitik yang memanas, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, membuat kawasan tersebut terus diliputi ketidakpastian. Dampaknya tidak hanya terasa pada aspek politik dan militer, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Ramadan yang seharusnya menjadi bulan ketenangan dan refleksi sering kali dijalani dalam suasana penuh kecemasan. Di beberapa tempat, dentuman konflik bahkan lebih sering terdengar dibandingkan lantunan doa. Kondisi ini mengingatkan kita bahwa kedamaian adalah nikmat besar yang tidak boleh diabaikan.
Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.” (QS. Al-Anfal: 61)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa perdamaian adalah nilai yang dimuliakan dalam Islam. Ramadan sendiri merupakan madrasah pengendalian diri yang melatih kesabaran, menahan amarah, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
Rasulullah bersabda:
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa makna damai tidak hanya sebatas bebas dari peperangan, tetapi juga bebas dari kebencian, provokasi, dan permusuhan. Dalam konteks kehidupan modern, pesan ini menjadi sangat relevan. Di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan di media sosial, umat Islam diajak untuk menjaga lisan, tulisan, dan sikap agar tidak memperkeruh suasana.
Karena itu, kebebasan beribadah di Indonesia bukan hanya nikmat, tetapi juga amanah. Amanah untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun kehidupan sosial yang damai. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperdalam rasa syukur sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama.
Rasulullah menggambarkan persaudaraan umat Islam dengan sangat indah:
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد الواحد
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai dan menyayangi adalah seperti satu tubuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lain turut merasakannya. Begitu pula dengan umat Islam di seluruh dunia. Walaupun kita tidak berada di wilayah konflik, doa dan kepedulian kita tetap menjadi bentuk solidaritas yang bermakna.
Pada akhirnya, Ramadan di negeri damai ini seharusnya melahirkan dua hal, yaitu rasa syukur yang mendalam dan kepedulian yang luas. Syukur karena Allah memberi kita kesempatan beribadah dengan aman. Peduli karena masih banyak saudara kita yang belum merasakan ketenangan yang sama.
Semoga kebebasan beribadah yang kita nikmati hari ini menjadi jalan untuk memperkuat iman, menumbuhkan empati, dan menghadirkan doa-doa terbaik bagi kedamaian dunia.
Penulis: Hilman Abdullah, S.Hum
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































