Surabaya – Tilawati menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tilawati 2026 pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Hotel Namira Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penggiat pendidikan Al-Qur’an dari berbagai daerah untuk memperkuat kualitas spiritual sekaligus merumuskan arah dakwah Tilawati ke depan.
Mengusung tema Rahasia Amalan Yaumiyah Qur’aniy Benteng Dakwah Al-Qur’an, Rakernas ini menghadirkan KH Fathoni Dimyati, Lc., sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kekuatan dakwah Al-Qur’an tidak hanya terletak pada banyaknya hafalan, tetapi pada pemahaman makna serta pengamalan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana haru menyelimuti forum ketika KH Fathoni mengisahkan pengalaman seorang ibu peserta musabaqah juz 30 di Masjid Al Falah. Sang ibu menangis saat membaca hafalannya. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa dirinya tidak hanya menghafal ayat, tetapi juga memahami artinya. Kisah ini menjadi pengantar refleksi tentang pentingnya hubungan yang utuh antara hafalan, pemahaman, dan penghayatan Al-Qur’an.

KH Fathoni kemudian mengajukan pertanyaan mendalam, manakah yang lebih baik antara menghafal 30 juz tanpa memahami makna atau menghafal satu juz dengan memahami artinya. Menurutnya, hafalan yang disertai pemahaman akan lebih membentuk karakter, memengaruhi sikap, dan menuntun seseorang dalam mengambil keputusan hidup.
Dalam sesi lanjutan, ia mengingatkan bahwa setiap orang perlu memiliki wirid dan amalan yang selaras dengan profesi serta peran dakwahnya. Seorang guru Al-Qur’an, misalnya, lebih utama memperbanyak mengajar daripada memperbanyak wirid personal, karena mengajar adalah bentuk ibadah yang berdampak luas. Amalan inti yang dianjurkan meliputi membaca Al-Qur’an, berzikir dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta menjaga konsistensi ibadah meski dalam keterbatasan.
Ia juga menyampaikan pesan tentang qiyamul lail, sedekah, dan jihad sosial sebagai jalan menguatkan iman. Shalat Witir, shalat Duha delapan rakaat, serta shalat qabliyah disebut sebagai amalan sunah yang jika dijaga istiqamah dapat melahirkan ribuan rakaat pahala dalam satu tahun.
Ajakan untuk menghafal Al-Qur’an walau sedikit, membaca surat Al-Kahfi, serta menjaga istiqamah sejak muda menjadi penutup yang menguatkan. Rakernas Tilawati 2026 tidak hanya menjadi forum kerja organisasi, tetapi juga ruang pembinaan ruhani, penguatan visi, dan peneguhan peran Tilawati sebagai benteng dakwah Al-Qur’an dalam membangun generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak. (ak/eko)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































