Yogyakarta – Ramadan selalu menghadirkan suasana khas di Yogyakarta. Tradisi berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, hingga kolega menjadi bagian penting dari ritme sosial masyarakat selama bulan suci. Sejumlah hotel di kota ini pun mulai menyiapkan ragam penawaran, termasuk Yogyakarta Marriott Hotel yang terletak dalam satu kawasan dengan Pakuwon Mall — pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta — sehingga menjadi salah satu titik berkumpul yang strategis bagi warga maupun wisatawan.
Hotel bintang lima itu tahun ini mengusung konsep kuliner lintas negara melalui tema “Symphony of Spice”, menghadirkan menu hasil kolaborasi bersama Penang Marriott Hotel, Malaysia. Kehadiran Chef Cheong dari Malaysia menjadi bagian dari upaya menghadirkan cita rasa Melayu autentik di tengah ragam pilihan hidangan Nusantara dan internasional.
Paket berbuka puasa disajikan di Yogyakarta Kitchen dengan harga Rp398.000 net per orang. Pengunjung dapat menemukan berbagai menu, mulai dari masakan tradisional Indonesia, hidangan India, hingga sajian khas Malaysia. Suasana restoran yang terbuka dan hangat menjadi salah satu daya tarik bagi tamu yang ingin berbuka bersama dalam kelompok.
Pilihan berbuka lain tersedia di Soirèe Lounge & Grill dengan harga Rp428.000 net per orang. Lokasinya yang berada di area kolam renang memberikan nuansa berbeda, dengan pilihan menu yang lebih luas, termasuk hidangan Barat dan sajian panggang premium.

Sejumlah pengunjung yang ditemui mengaku tertarik mencoba variasi menu yang tidak biasa. Salah satunya, Dimas Prasetyo, warga Sleman, yang datang bersama rekan kerjanya.
“Menunya cukup beragam, terutama hidangan Melayu yang jarang ditemukan di Yogyakarta. Ini jadi pengalaman baru saat buka puasa bersama teman,” ujarnya.
Selain paket berbuka, hotel ini juga menyiapkan bingkisan Ramadan yang dijual mulai Rp688.000++ per paket. Bingkisan tersebut berisi berbagai produk seperti kue kering, kurma isi, kacang premium, serta perlengkapan ibadah yang dikemas dalam tas rotan.
Tidak hanya itu, tersedia pula paket menginap selama Ramadan dengan harga mulai Rp1.900.000++ per malam. Paket tersebut sudah termasuk fasilitas kamar serta makan berbuka puasa untuk dua orang.
Fenomena hotel yang menawarkan paket berbuka puasa dan menginap selama Ramadan bukan hal baru di Yogyakarta. Tradisi berbuka bersama di hotel kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan, terutama bagi kalangan profesional dan keluarga yang ingin berkumpul tanpa harus menyiapkan hidangan sendiri.
Di sisi lain, hotel juga menawarkan paket pertemuan selama Ramadan mulai Rp350.000 net per orang. Paket ini mencakup penggunaan ruang pertemuan, hidangan berbuka, serta fasilitas pendukung acara.
Pengamat pariwisata lokal menilai, kehadiran berbagai paket Ramadan ini tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga warga lokal yang mencari pengalaman berbeda selama bulan puasa.
“Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi industri perhotelan di Yogyakarta. Selain meningkatkan okupansi, juga memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata kuliner,” kata seorang pelaku industri pariwisata setempat.
Dengan berbagai pilihan tersebut, hotel-hotel di Yogyakarta tampaknya tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga ruang untuk merayakan kebersamaan—sebuah nilai yang menjadi inti dari Ramadan itu sendiri. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































