Malang, 15 Agustus 2025 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Naufal Rizky Firdaus, mengeluarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengingatkan bahwa posisi bendera Merah Putih adalah tertinggi dan tak tergantikan oleh simbol apa pun, termasuk bendera komunitas hiburan seperti One Piece yang sedang ramai akhir akhir ini.
Peringatan keras ini muncul setelah beredarnya foto dan video dari sebuah kegiatan perayaan kemerdekaan di salah satu daerah di Jawa Timur. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat jelas bendera One Piece dipasang lebih tinggi dari Sang Saka Merah Putih di halaman sebuah lapangan desa. Kejadian ini sontak memicu reaksi publik, terutama di kalangan mahasiswa dan pegiat nasionalisme.
Menurut Naufal, tindakan itu bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi bentuk pelecehan terhadap simbol negara dan pengkhianatan terhadap semangat kemerdekaan.
> “Merah Putih bukan sekadar kain. Ia adalah nyawa bangsa, simbol kedaulatan, dan bukti darah yang tertumpah untuk kemerdekaan. Menempatkan bendera hiburan di atasnya adalah tindakan yang memalukan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya dengan nada keras.
Ia menegaskan bahwa 17 Agustus adalah hari sakral yang merekatkan persatuan seluruh rakyat Indonesia. Mengganti posisi kehormatan Merah Putih dengan simbol fiksi, kata dia, hanya akan menumbuhkan fanatisme sempit yang mengikis rasa kebangsaan.
> “Kita boleh mengidolakan karakter fiksi, kita boleh menyukai budaya pop, tapi jangan sampai itu menjadi candu yang meruntuhkan nasionalisme. Saat bendera fiksi lebih tinggi dari Merah Putih, saat itulah kita mengkhianati sejarah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyerukan kepada seluruh kader mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk bersikap tegas jika menemukan pelanggaran serupa di lapangan. Menurutnya, membiarkan hal itu sama saja menutup mata terhadap pelecehan terhadap bangsa sendiri.
> “Merah Putih harus berdiri tertinggi, itu harga mati. Siapa pun yang merendahkannya berarti merendahkan seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya sekali lagi.
Koordinator BEM Nusantara Jatim menutup pernyataannya dengan seruan yang membakar semangat kemerdekaan:
> “Jangan biarkan generasi kita terjebak dalam fanatisme buta. Bangkitkan kembali rasa cinta tanah air. Kibarkan Merah Putih setinggi langit, biarkan ia berkibar di atas segalanya, karena di sanalah seharusnya ia berada!”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































