SIARAN BERITA – Perubahan sering kali menjadi hal yang menakutkan, apalagi ketika perubahan itu menyangkut cara berpikir, gaya hidup, hingga nilai-nilai yang kita pegang. Ditengah arus modernisasi dan pengaruh globalisasi yang begitu kuat, istilah “berhijrah” kian populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, tidak sedikit pula yang memandang fenomena ini dengan skeptis, bahkan menganggapnya sebagai bentuk kemunduran atau sekadar tren sesaat. Lantas, muncul pertanyaan yang menggelitik \’\’salahkah kita berhijrah ?
Dalam konteks nilai-nilai Pancasila, perubahan menuju kebaikan sejatinya merupakan bagian dari upaya membangun manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berkepribadian luhur. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna hijrah secara lebih mendalam, bukan hanya sebagai simbol perubahan penampilan, tetapi sebagai proses transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai dalam Pancasila. Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, hijrah mencerminkan bentuk ketaatan kepada Tuhan. Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, setiap individu diajarkan untuk saling menghormati dan tidak merendahkan orang lain yang sedang berhijrah. Sementara itu, sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan agar perbedaan dalam cara beragama tidak menimbulkan konflik, melainkan tetap menjaga persatuan.
Dalam memulai hijrah pasti terdapat perbedaan pendapat, ada yang menanggapi secara positif tetapi ada juga yang menanggapi secara negatif. Menurut saya hijrah merupakan hal yang positif karena dalam berhijrah kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal menuju akhirat. Namun terkadang ada yang menganggap hijrah merupakan perbuatan yang sesat, sehingga terkadang terjadi sebuah perdebatan antara oknum sebagian pihak. Seharusnya para oknum yang berdebat menghormati para manusia yang memulai berhijrah dan tidak lagi mengganggunya.
Dalam berhijrah kita juga harus fokus dan konsisten karena melakukan hijrah juga tidak semudah yang dibayangkan. Sudah ada banyak contohnya para manusia atau individu yang berhijrah namun mereka tidak konsisten, maksudnya bukan tersesat melainkan jarang melakukan shalat berjamaah di masjid serta jarang mengikuti pengajian. Dalam berhijrah juga tidak boleh berlebihan, kita harus berhijrah dengan secukupnya saja agar tidak menyimpang.
Jadi apakah salah kita untuk berhijrah ? Menurut saya jawabannya adalah tidak. Apa hukum berhijrah ? Dalam perspektif Islam, hukum berhijrah menurut sunnah ( ajaran Hadis Nabi ) tidak hanya satu, tetapi bisa berbeda-beda tergantung kondisi seseorang. Hijrah dalam Islam itu fleksibel hukumnya, tergantung situasi. Namun secara umum, menurut sunnah, hijrah sangat dianjurkan (sunnah) terutama jika bertujuan memperbaiki diri. Nilai utamanya ada pada perubahan menuju ketaatan kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda (maknanya) :
“Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim).
Jadi sebagai seorang manusia atau individu yang taat agama sebaiknya kita berhijrah jika sudah siap, jika belum siap tak mengapa karena ini bukan paksaan melainkan tujuan hidup untuk menjadi lebih baik dari pribadi masing-masing.
Dalam perspektif Pancasila, fenomena hijrah seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Justru, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan. Oleh karena itu, setiap individu yang memilih untuk berhijrah perlu didukung selama tidak menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan dan tidak merugikan orang lain.
Berhijrah bukanlah suatu kesalahan, melainkan langkah positif dalam memperbaiki diri, selama tetap selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Demikianlah informasi yang dapat saya berikan, semoga bisa bermanfaat bagi anda semua dan sehat selalu untuk kedepannya Aamiin Ya Rabbal \’Alamin.
Ditulis Oleh:
(Jeremya Eliaezar Belmiro El-Yafits, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































