Tangerang Selatan — Sampah menumpuk di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, sejak hampir dua pekan terakhir. Hingga Rabu (17/12/2025), tumpukan sampah rumah tangga dan sampah pasar masih terlihat di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor dan dikeluhkan warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, penumpukan sampah di Pasar Ciputat terjadi di sejumlah titik jalan. Sebagian tumpukan hanya ditutup terpal berwarna gelap, sementara lainnya dibiarkan terbuka di pinggir jalan. Kondisi tersebut berada dekat dengan aktivitas warga dan arus lalu lintas yang padat.
Tumpukan sampah di Ciputat menimbulkan bau menyengat yang tercium hampir sepanjang hari, terutama pada siang hari. Bau tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan, pedagang, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pasar Ciputat.
Warga dan Pedagang Keluhkan Bau Sampah
Penumpukan sampah Pasar Ciputat diduga berkaitan dengan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Penutupan TPA tersebut membuat armada pengangkut sampah di Tangerang Selatan belum memiliki lokasi pembuangan akhir, sehingga sampah dari permukiman warga dan aktivitas pasar menumpuk di beberapa titik.
Rahmat (30), warga Ciputat, mengaku kondisi penumpukan sampah semakin mengkhawatirkan. Ia menilai sampah yang menumpuk di sekitar Pasar Ciputat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Sudah hampir dua minggu sampah belum terangkut. Awalnya hanya di satu dua titik, sekarang hampir sepanjang jalan. Penanganannya baru sebatas ditutup terpal, jadi masih berantakan dan bau,” kata Rahmat.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang Pasar Ciputat. Mereka menyebut bau sampah membuat lingkungan pasar menjadi tidak nyaman bagi pembeli. Saat hujan turun, genangan air yang bercampur dengan sampah memperparah aroma tidak sedap dan mengganggu aktivitas perdagangan.
Hingga Rabu siang, belum terlihat pengangkutan sampah secara menyeluruh di kawasan Ciputat. Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah konkret agar persoalan sampah di Pasar Ciputat tidak terus berlarut dan berdampak terhadap kesehatan serta kenyamanan masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































