Sidoarjo – SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool UMSIDA menyelenggarakan kegiatan Imtihan Metode Tajdied untuk tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari, mulai hari senin sampai kamis 17-24 November 2025.
Imtihan Metode Tajdied merupakan salah satu program unggulan SD Muhammadiyah 1 Candi dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dengan metode yang terstruktur dan sistematis. Metode Tajdied sendiri telah menjadi ciri khas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah Muhammadiyah yang terbukti efektif dalam membantu siswa menguasai bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Pelaksanaan Imtihan
Kegiatan imtihan diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Ujian dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB di lingkungan SD Muhammadiyah 1 Candi. Suasana khidmat dan penuh konsentrasi terlihat dari wajah para siswa yang sedang menjalani ujian kemampuan mengaji mereka.

Para penguji yang bertugas pada kegiatan imtihan kali ini adalah para ustadzah dari SD Muhammadiyah 1 Candi sendiri. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam memastikan standar penilaian yang konsisten dan sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan selama ini. Para ustadzah yang telah mendampingi siswa dalam pembelajaran sehari-hari tentu sangat memahami perkembangan dan kemampuan masing-masing siswa.
Materi Ujian
Materi yang diujikan dalam Imtihan Metode Tajdied mencakup kemampuan mengaji dan penguasaan metode Tajdied secara komprehensif. Siswa diuji kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar, kelancaran bacaan, serta penerapan kaidah-kaidah dalam metode Tajdied yang telah dipelajari sepanjang tahun ajaran.
Metode Tajdied yang digunakan menekankan pada pendekatan praktis dalam pembelajaran Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, hukum tajwid, hingga kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil. Metode ini dirancang secara bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan dan usia siswa.

Tujuan dan Manfaat
Kepala SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool UMSIDA menyampaikan bahwa kegiatan Imtihan Metode Tajdied memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, sebagai evaluasi kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an setelah mengikuti pembelajaran selama satu semester. Kedua, untuk memotivasi siswa agar terus meningkatkan kemampuan mengaji mereka. Ketiga, sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua mengenai perkembangan kemampuan keagamaan putra-putri mereka.
“Imtihan ini bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga momen penting bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Kami berharap melalui kegiatan ini, kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an semakin meningkat,” ujar salah satu ustadzah penguji.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan imtihan meskipun ada sedikit rasa gugup yang wajar. Mereka telah mempersiapkan diri dengan belajar intensif bersama orang tua di rumah maupun dengan para ustadzah di sekolah. Para siswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka secara mandiri, mengandalkan hasil pembelajaran dan latihan yang telah mereka jalani selama ini. Kondisi ini juga menjadi momentum penting bagi para siswa untuk belajar bertanggung jawab penuh terhadap persiapan dan pelaksanaan ujian mereka sendiri.

Target Capaian dan Harapan
Melalui imtihan Metode Tajdied ini, sekolah berharap dapat mengukur pencapaian pembelajaran Al-Qur’an siswa selama satu tahun ajaran. Hasil dari imtihan ini akan menjadi evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di masa mendatang.
“Kami berharap semua siswa dapat menyelesaikan imtihan dengan baik. Lebih dari sekadar nilai, yang terpenting adalah mereka memiliki bekal kemampuan membaca Al-Qur’an yang benar untuk kehidupan mereka,” tutur salah satu ustadzah penguji.
Penulis: Syakirah Rosalinda
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































