Surabaya (31/1). Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, sekaligus Humas Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri menghadiri undangan Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD Jawa Timur di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin, Gayungan, pada Sabtu (31/1). Kegiatan ini menjadi momentum bagi penguatan organisasi dan transformasi digital dalam dunia pencak silat.
Musprov Persinas ASAD Jatim yang mengusung tema “Membangun Pesilat Jawa Timur yang Profesional, Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur” tersebut dibuka oleh Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Bambang Harjo Soekartono.
Bambang Haryo memberikan apresiasi terhadap capaian Persinas ASAD yang kini berhasil menembus posisi tiga besar perguruan silat paling berprestasi di Jawa Timur. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari pola pembinaan atlet yang berjalan efektif dan terstruktur.
“Prestasi mereka sudah baik, masuk tiga besar di Jawa Timur. Di sini juga lahir juara-juara dunia, salah satunya adalah Amri yang berasal dari Jawa Timur,” ujar Bambang Haryo dalam sambutannya.
Ke depan, IPSI Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung program pembibitan atlet muda yang dilakukan Persinas ASAD. Ia berharap estafet juara dunia tidak terhenti pada sosok Amri saja, melainkan muncul bibit-bibit potensial baru dari kepengurusan periode mendatang yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Selanjutnya, Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, M.T., dalam sambutannya menekankan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah bela diri, melainkan sarana pembinaan karakter generasi muda. Ia menyatakan bahwa Persinas ASAD didirikan tidak hanya untuk mengajarkan seni bela diri, tetapi sebagai sarana pembinaan karakter luhur dengan menanamkan kedisiplinan dan menjaga warisan budaya bangsa.
Langkah baik juga ditunjukkan melalui adopsi teknologi modern seperti Artificial Intelligence (AI) dan IoT dalam memantau kualitas atlet. Prof. Dedid menegaskan bahwa dengan tradisi sebagai fondasi dan teknologi sebagai pijakan, pihaknya menyiapkan pesilat masa depan yang tangguh dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Hal ini selaras dengan pandangan Asyhari Eko Prayitno yang hadir mewakili Ponpes Wali Barokah. Ia mengungkapkan bahwa sinergi antara pesantren dan Persinas ASAD sangat penting karena keduanya memiliki visi yang sama dalam mencetak generasi “Tri Sukses”, yaitu berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri, yang salah satunya ditempa melalui kedisiplinan pencak silat.
“Kehadiran kami di Musprov Persinas ASAD Jatim ini merupakan dukungan Ponpes Wali Barokah terhadap pelestarian budaya bangsa. Kami melihat ada keselarasan yang kuat antara pendidikan di pesantren dengan pencak silat, yaitu sama-sama fokus membangun karakter luhur, kedisiplinan, dan kemandirian bagi generasi muda,” ujarnya.
Menurutya, Pesantren dan Persinas ASAD memiliki misi yang sama dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional religius. Melalui forum Musprov ini, ia berharap sinergi ini terus kuat, sehingga para pesilat tidak hanya tangguh di atas matras, tetapi juga menjadi teladan kerukunan dan akhlakul karimah di tengah masyarakat.
“Sinergi antara Ponpes Wali Barokah dan Persinas ASAD adalah kolaborasi antara olah rasa, olah jiwa, dan olah raga untuk mencetak generasi masa depan yang berkarakter luhur dan tangguh menghadapi tantangan global,” tegasnya.
“Kami mengapresiasi Persinas ASAD Jawa Timur yang telah mengintegrasikan teknologi seperti AI dan IoT dalam pembinaan atlet. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai tradisional pesantren dan pencak silat tidak tertutup terhadap kemajuan zaman, bahkan bisa berakselerasi menjadi organisasi yang modern dan professional,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































