Kediri (30/1). Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Kediri di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, pada Jumat (30/1). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi terkait, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Kota Kediri, Syamsul Bahri, serta dihadiri oleh jajaran organisasi kemasyarakatan Islam, TNI, Polri dan OPD.
Dalam arahannya, Syamsul Bahri menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas kota selama bulan puasa. Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarwarga.
“Pemerintah Kota Kediri ingin memastikan bahwa pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman. Kami membutuhkan dukungan penuh dari ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah dan LDII untuk membantu mensosialisasikan tata tertib ibadah serta menjaga toleransi di akar rumput,” ujar Syamsul Bahri dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot akan terus memantau ketersediaan bahan pokok dan ketertiban umum agar masyarakat dapat beribadah tanpa gangguan teknis maupun sosial.
Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, yang hadir mewakili organisasi, menegaskan komitmen LDII untuk mendukung terciptanya suasana Ramadan yang kondusif dan aman bagi seluruh warga Kota Kediri.
Dalam rapat tersebut, Asyhari menyampaikan bahwa LDII siap menyukseskan program pemerintah, baik dalam aspek ketertiban umum maupun penguatan spiritual warga. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) agar pelaksanaan ibadah di masjid-masjid tetap terjaga kenyamanannya.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen LDII untuk menyamakan langkah dengan Pemkot Kediri. Kami ingin memastikan Ramadan tahun ini berjalan lancar, khusyuk, dan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kediri,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek strategis, mulai dari larangan memakai sound yang dapat mengganggu kenyamanan, pengaturan jam operasional tempat hiburan, hingga teknis pelaksanaan ibadah massal.
Asyhari menambahkan bahwa LDII melalui pengurus di tingkat PC dan PAC akan menginstruksikan kepada para takmir masjid di bawah naungan LDII untuk proaktif berkoordinasi dengan lingkungan setempat.
“Kami mengimbau seluruh warga LDII untuk menjadi teladan dalam ketertiban. Selain fokus pada peningkatan kualitas ibadah pribadi, kita juga harus peka terhadap lingkungan sekitar guna mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat selama bulan suci,” pungkasnya.
Dengan adanya koordinasi yang matang sejak awal tahun ini, diharapkan Kota Kediri tetap menjadi kota yang harmonis dan religius, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa hingga hari raya Idulfitri mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































