Garut, 26 Februari 2026 – Semangat belajar dan berprestasi terus ditunjukkan oleh siswa MIS Ar-Raudhotun Nur melalui partisipasi aktif dalam sesi technical meeting dan simulasi Computer Based Test (CBT) dalam ajang Olimpiade tingkat nasional yang dilaksanakan secara daring. Meskipun berlangsung di bulan suci Ramadhan, para siswa tetap menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus latihan mental menghadapi kompetisi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Olimpiade ORBIT 2026 Piala Hasri Ainun Habibie, sebuah ajang kompetisi akademik tingkat nasional yang diikuti oleh peserta didik dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran peserta dari seluruh penjuru tanah air menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal kompetisi dalam skala yang lebih luas.
Sejak awal kegiatan technical meeting, siswa MIS Ar-Raudhotun Nur tampak serius memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh panitia. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami tata cara pelaksanaan ujian, penggunaan sistem CBT, hingga aturan yang harus dipatuhi selama kompetisi berlangsung. Bagi sebagian siswa, pengalaman mengikuti kegiatan nasional secara daring menjadi pengalaman baru yang memberikan kesan mendalam.

Bulan puasa tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap bersemangat dalam mempersiapkan diri. Justru suasana Ramadhan dimanfaatkan sebagai momentum untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai peserta olimpiade. Semangat tersebut terlihat dari kesiapan siswa dalam mengikuti simulasi CBT dengan penuh konsentrasi dan kesungguhan.
Penanggung jawab kegiatan, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, menjelaskan bahwa keterlibatan siswa dalam sesi technical meeting memiliki peranan penting dalam membangun kesiapan mental peserta sebelum menghadapi kompetisi yang sesungguhnya. Menurutnya, kegiatan technical meeting bukan sekadar penyampaian informasi teknis, tetapi juga menjadi sarana latihan bagi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri. “Keterlibatan siswa dalam kegiatan technical meeting ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Apalagi peserta yang mengikuti olimpiade ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, sehingga siswa merasa bangga sekaligus tertantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.

Setelah mengikuti technical meeting, para siswa melanjutkan kegiatan dengan simulasi CBT yang dilaksanakan menggunakan sistem berbasis akun pribadi. Setiap peserta diberikan akun masing-masing oleh panitia sebagai bentuk pengamanan sistem serta upaya meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan atau hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak.
Pelaksanaan simulasi CBT berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Siswa mampu mengikuti setiap tahapan dengan baik, mulai dari proses masuk ke sistem hingga menjawab soal-soal yang tersedia. Kegiatan simulasi ini menjadi sarana penting untuk membiasakan siswa menggunakan sistem ujian berbasis komputer sehingga mereka tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan olimpiade yang sebenarnya.
Keikutsertaan MIS Ar-Raudhotun Nur dalam Olimpiade ORBIT 2026 Piala Hasri Ainun Habibie bukanlah yang pertama kali. Madrasah ini telah mengikuti ajang tersebut selama dua tahun berturut-turut sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman kompetitif kepada siswa sejak dini. Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen madrasah dalam membuka peluang bagi siswa untuk berkembang di tingkat nasional.
Kepala Madrasah, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd, menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti ajang olimpiade bukan semata-mata untuk meraih gelar juara. Menurutnya, yang lebih penting adalah proses pembelajaran yang dialami siswa selama mengikuti kompetisi. “Fokus utama kami bukan hanya menjadi juara satu atau pemenang, tetapi lebih kepada penanaman jiwa kompetitif yang positif serta peningkatan kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar untuk berani mencoba dan menghadapi tantangan,” ungkapnya.
Mutiara juga berharap pengalaman mengikuti olimpiade nasional dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik sekaligus mengembangkan karakter yang kuat. Keberanian untuk berkompetisi sejak usia dini diyakini akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.
Partisipasi siswa MIS Ar-Raudhotun Nur dalam kegiatan technical meeting dan simulasi CBT menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas waktu maupun kondisi. Bulan Ramadhan justru menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras dalam diri peserta didik.
Antusiasme yang ditunjukkan siswa menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembentukan karakter. Melalui ajang olimpiade tingkat nasional ini, MIS AR-RAUDHOTUN NUR terus berupaya mencetak generasi yang berprestasi, percaya diri, dan siap bersaing secara sehat di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































