Langkat (Humas) – Rabu, (31/12/2025). M. Rafif Rasyqul, siswa kelas V-A MIN 9 Langkat, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga hafalan Al-Quran miliknya selama berada di rumah. Dengan penuh ketekunan, ia secara konsisten melakukan murojaah atau pengulangan hafalan pada Juz 1 agar tetap terjaga dengan baik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mandiri untuk meningkatkan kualitas hafalan yang telah didapatkan di sekolah. Rafif memahami bahwa kunci utama menjadi seorang penghafal adalah disiplin dalam mengulang setiap ayat yang pernah dipelajari. Semangatnya ini membuktikan bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi seorang siswa madrasah untuk terus berprestasi.
Keberhasilan Rafif dalam menjaga hafalannya tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan oleh orang tuanya di rumah. Setiap hari, orang tua Rafif meluangkan waktu khusus untuk menyimak bacaan putra mereka demi memastikan kelancaran setiap ayat. Mereka memberikan motivasi serta fasilitas yang nyaman agar Rafif dapat berkonsentrasi penuh saat melakukan murojaah Juz 1. Kerja sama yang harmonis di lingkungan keluarga ini menjadi pondasi dasar bagi perkembangan spiritual dan mental sang anak. Kehadiran orang tua sebagai pendamping belajar menciptakan kedekatan emosional yang mendukung keberhasilan program tahfidz ini.
Selain dukungan dari keluarga, peran guru pembimbing dari MIN 9 Langkat juga tetap hadir meski melalui pemantauan jarak jauh. Guru kelas V-A secara rutin memberikan arahan dan jadwal murojaah yang harus diikuti oleh Rafif selama berada di luar jam sekolah. Komunikasi yang efektif antara guru dan wali murid memastikan bahwa standar bacaan Rafif tetap sesuai dengan hukum tajwid. Guru memberikan evaluasi secara berkala untuk mengetahui sejauh mana progres kelancaran hafalan Juz 1 yang sedang diperkuat. Sinergi antara pihak sekolah dan rumah ini menjadi kunci utama dalam mencetak generasi Qurani yang berkualitas.
Setiap sesi murojaah dimulai oleh Rafif dengan penuh khidmat di ruang belajar pribadinya yang tenang. Ia melantunkan ayat demi ayat dengan makharijul huruf yang semakin fasih berkat bimbingan guru dan pantauan orang tua. Fokus utamanya adalah memantapkan ingatan pada bagian-bagian ayat yang dianggap memiliki tingkat kesulitan tinggi di Juz 1. Dengan melakukan pengulangan yang teratur, ia merasa jauh lebih percaya diri dengan kualitas hafalan yang dimilikinya sekarang. Proses belajar ini ia jalani sebagai bentuk ibadah sekaligus kewajiban sebagai pelajar yang mencintai kitab suci Al-Quran.
Metode pendampingan yang diterapkan menggabungkan antara disiplin madrasah dan kasih sayang orang tua dalam satu paket pembelajaran. Guru memberikan target mingguan, sementara orang tua membantu mengawasi pelaksanaan harian agar tetap berjalan sesuai rencana yang disepakati. Jika ditemukan kesalahan bacaan, Rafif langsung mendapatkan koreksi sehingga ia tidak melakukan kesalahan yang berulang di masa depan. Pola asuh dan bimbingan yang sinkron ini membuat beban menghafal terasa lebih ringan dan menyenangkan bagi siswa kelas lima tersebut. Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat siswa lainnya untuk melakukan hal serupa di lingkungan rumah masing-masing.
Rafif mengakui bahwa kehadiran guru dan orang tua di sampingnya memberikan energi positif yang sangat besar saat ia merasa jenuh. Ada rasa tanggung jawab yang tumbuh di dalam dirinya untuk memberikan hasil terbaik bagi orang-orang yang telah mendukungnya. Liburan atau waktu luang ia isi dengan menyetorkan hafalan Juz 1 secara bertahap kepada orang tuanya sebagai bentuk laporan harian. Ketekunan ini membuahkan hasil berupa kelancaran bacaan yang semakin hari menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan secara teknis. Baginya, setiap koreksi yang diterima adalah ilmu baru yang akan menyempurnakan kualitas pengabdiannya kepada Al-Quran.
Pihak MIN 9 Langkat menyatakan bahwa M. Rafif Rasyqul adalah salah satu contoh siswa yang berhasil mengimplementasikan kurikulum madrasah secara nyata. Pendidikan karakter yang menekankan pada nilai-nilai religius tampak tumbuh subur dalam rutinitas harian yang dijalankan oleh Rafif. Keberhasilan ini menjadi data penting bagi sekolah untuk terus mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Tanpa kolaborasi yang baik, target capaian hafalan siswa mungkin akan lebih sulit dicapai dengan maksimal secara mandiri. Rafif telah membuktikan bahwa kombinasi bimbingan guru dan dukungan orang tua adalah resep sukses dalam dunia tahfidz.
Lingkungan sekitar juga menyambut positif aktivitas murojaah yang dilakukan Rafif karena membawa nuansa islami yang kental di perumahan tersebut. Warga seringkali memuji kedisiplinan Rafif yang tetap konsisten mengulang hafalan Juz 1 meskipun teman-teman sebayanya sedang bermain. Keteladanan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai positif dari madrasah dapat terpancar ke masyarakat luas melalui perilaku siswa sehari-hari. Rafif kini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika di MIN 9 Langkat. Ia telah menanamkan benih inspirasi bagi banyak orang agar lebih mencintai dan menjaga interaksi dengan Al-Quran.
Menatap masa depan, Rafif berencana untuk melanjutkan hafalan ke juz-juz berikutnya setelah penguatan Juz 1 ini selesai sepenuhnya. Ia bertekad untuk terus mengikuti bimbingan gurunya dan tetap terbuka terhadap setiap masukan yang diberikan oleh orang tuanya. Perjalanan spiritual ini masih panjang, namun pondasi yang ia bangun saat ini sudah sangat kokoh dan menjanjikan hasil besar. Segala jerih payah yang ia lakukan diharapkan menjadi berkah bagi kehidupan pribadinya serta memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tua. Semoga M. Rafif Rasyqul tetap istikamah di jalan dakwah melalui hafalan Al-Quran yang mulia ini hingga akhir hayatnya. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































