Bantul (MTs N 6 Bantul) — Siswa Kelas IX D MTs N 6 Bantul melaksanakan kegiatan diskusi bersama dalam pembelajaran aksara Jawa pada Rabu (12/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias mendiskusikan perbedaan antara sandhangan pepet dan taling yang sering membingungkan dalam penulisan aksara Jawa.
Guru Bahasa Jawa MTsN 6 Bantul, Farida memberikan bimbingan serta contoh-contoh penggunaan sandhangan pepet dan taling dalam kata-kata sehari-hari yakni dengan contoh kata endhog sandhangan yang digunakan adalah pepet. Bentuk telur bulat seperti bentuk sandhangan pepet, contoh sandhangan taling pada kata lele. Lele mempuyai bentuk yang panjang hampir sama dengan penulisan taling. Melalui diskusi kelompok, siswa saling bertukar pendapat dan mengoreksi hasil tulisan teman-temannya agar lebih memahami perbedaan bunyi dan bentuk antara pepet dan taling.
Kepala Madrasah MTs N 6 Bantul, Sugiyono, memberikan suport penuh terhadap kegiatan pembelajaran interaktif ini. “Kami berharap metode diskusi seperti ini dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar aksara Jawa sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah,” kata Sugiyono.
Dengan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, diharapkan siswa semakin terampil dalam membaca dan menulis aksara Jawa dengan benar. (frd/sps)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































