Konawe – Guna memodernisasi administrasi dan memperketat kedisiplinan siswa, SMAN 1 Sampara mulai memberlakukan sistem absensi online berbasis QR Code dan verifikasi wajah (face recognition) terhitung sejak awal semester genap Januari 2026. Sistem ini menggantikan absensi manual yang dinilai kurang efisien dan rentan dimanipulasi.
Pantau Kehadiran Secara Real-Time
Dengan sistem baru ini, setiap siswa diwajibkan melakukan pemindaian kartu identitas digital melalui perangkat yang tersedia di gerbang sekolah dan di depan ruang kelas. Yang menarik, data kehadiran tersebut langsung terintegrasi dengan aplikasi di ponsel orang tua secara real-time.
“Begitu anak memindai barcode, orang tua langsung menerima notifikasi yang berisi jam kedatangan mereka. Jika hingga pukul 07.15 WITA siswa belum melakukan absensi, sistem otomatis mengirimkan peringatan ke ponsel orang tua,” ujar Kepala Bagian Kesiswaan SMAN 1 Sampara.
Menekan Angka Bolos dan Keterlambatan
Penerapan absen online di SMAN 1 Sampara ini terbukti efektif dalam menekan angka keterlambatan. Dalam dua minggu masa uji coba, pihak sekolah mencatat penurunan tingkat keterlambatan siswa hingga 30%. Selain itu, praktik “titip absen” atau siswa yang meninggalkan sekolah sebelum waktunya kini jauh lebih sulit dilakukan karena sistem juga mengharuskan absen pulang dengan verifikasi titik koordinat.
Salah satu siswa kelas X.5, Alib Fikrah Kasim Djufri, mengaku awalnya merasa canggung dengan sistem ini. “Dulu kalau terlambat sedikit mungkin masih bisa masuk kelas diam-diam. Sekarang sistemnya tercatat otomatis, jadi mau tidak mau harus lebih disiplin. Tapi sisi positifnya, orang tua jadi merasa lebih tenang karena tahu kami sudah sampai di sekolah,” tuturnya.
Menuju Digitalisasi Pendidikan
Pihak sekolah berharap langkah ini menjadi awal dari digitalisasi menyeluruh di lingkungan SMAN 1 Sampara. Selain absensi, ke depannya sistem ini akan dikembangkan untuk memantau peminjaman buku perpustakaan hingga integrasi nilai tugas siswa dalam satu aplikasi terpadu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































