Painan – Kampus hijau yang terletak di kaki Gunung Singgalang, STAI Madrasah Arabiyah Bayang, kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya mahir dalam teori, tetapi juga terampil dalam praktik. Semangat “Tambahkanlah Ilmu yang Bermanfaat” bukan sekadar jargon semata, melainkan filosofi yang benar-benar dihidupkan dalam setiap program pendidikan. Kali ini, sepuluh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) telah menyelesaikan babak penting dalam perjalanan akademik mereka: praktik lapangan di Pengadilan Agama Painan, Pesisir Selatan, yang menjadi jembatan emas menuju profesionalisme di dunia peradilan. (Jum’at,12/12/25).
Momen bersejarah itu ditandai dengan penjemputan langsung oleh jajaran pimpinan STAI Madrasah Arabiyah Bayang yang dipimpin oleh Ketua STAI, Zidni Ilman Nafi’an, S.H.I., MA., didampingi Wakil Ketua 1, Eriszal, MA., dan Dr. Lara Agnesta Putri, M.Pd. Kehadiran tiga serangkai pimpinan kampus ini bukan ritual administratif belaka, melainkan bukti nyata kepedulian institusi terhadap perkembangan mahasiswanya. Di tengah kesibukan mengelola kampus, mereka meluangkan waktu khusus untuk menyaksikan hasil pembelajaran langsung para calon sarjana hukum Islam yang telah mengabdikan waktu dan tenaga di lembaga peradilan. Gestur sederhana namun bermakna mendalam ini mencerminkan kultur akademik yang humanis dan berorientasi pada kesuksesan mahasiswa.
Sambutan hangat menanti di Pengadilan Agama Painan. Zakiya Ulyah, S.H.I., Ketua Pengadilan Agama Painan, dengan senyum ramah dan profesionalitas tinggi menyambut kedatangan pimpinan kampus dan mahasiswa praktik. Sebagai pemimpin lembaga peradilan yang kredibel, beliau tidak hanya membuka pintu kantornya, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa tentang seluk-beluk dunia peradilan agama yang sesungguhnya. Kehadiran beliau dalam momen penjemputan ini sekaligus menjadi apresiasi atas dedikasi mahasiswa STAI Madrasah Arabiyah Bayang yang telah menunjukkan kinerja luar biasa selama masa praktik. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga peradilan seperti ini menjadi kunci lahirnya sumber daya manusia unggul di bidang hukum Islam.
Tidak hanya Ketua Pengadilan, para dosen pamong yang juga merupakan hakim di Pengadilan Agama Painan turut hadir memberikan testimoni dan evaluasi. M. Jimmy Kurniawan, S.H.I., Zamzami Saleh, LC., M.H., dan Jacky Efrison, S.H., ketiganya adalah sosok-sosok inspiratif yang memadukan keahlian akademis dengan pengalaman praktis di lapangan. Mereka adalah dosen yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga praktisi yang setiap hari bergelut dengan kasus-kasus riil di meja hijau. Bimbingan mereka selama praktik lapangan telah mengubah mahasiswa dari sekadar pembaca buku hukum menjadi calon profesional yang memahami dinamika penanganan perkara, mulai dari pendaftaran gugatan, mediasi, persidangan, hingga putusan hakim. Pengalaman belajar langsung dari para hakim ini adalah privilege yang tidak semua mahasiswa hukum di Indonesia bisa dapatkan.
Sepuluh mahasiswa HKI yang mengikuti praktik lapangan ini adalah representasi generasi baru yang siap mengisi pos-pos strategis di lembaga peradilan, kantor urusan agama, lembaga bantuan hukum, konsultan syariah, hingga notaris. Selama kurang lebih dua bulan, mereka tidak hanya mengamati dari kejauhan, tetapi terlibat aktif dalam berbagai proses administratif dan yudisial. Mereka belajar menyusun berkas perkara, memahami prosedur mediasi, mengikuti jalannya persidangan, hingga menganalisis pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Pengalaman ini membentuk mental dan skill yang tidak akan pernah didapat dari ruang kuliah semata. Mereka kembali ke kampus dengan mata yang lebih tajam, pemahaman yang lebih dalam, dan semangat yang lebih membara untuk menyelesaikan studi dan terjun ke dunia profesional.
Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Madrasah Arabiyah Bayang memang dirancang dengan visi futuristik: menghasilkan sarjana yang tidak hanya menguasai fikih munakahat, waris, dan ekonomi syariah secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks sistem hukum nasional Indonesia. Kurikulum yang integratif antara ilmu syariah dan hukum positif, ditambah dengan praktik lapangan di lembaga-lembaga strategis seperti Pengadilan Agama, menjadikan lulusan HKI STAI Madrasah Arabiyah Bayang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. Bukan hanya di Sumatera Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Alumni-alumni terdahulu telah membuktikan: mereka tersebar di berbagai instansi pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan institusi pendidikan terkemuka.
Keunggulan STAI Madrasah Arabiyah Bayang tidak berhenti pada kurikulum dan praktik lapangan. Lokasi kampus yang strategis di kawasan Bayang, dengan suasana pegunungan yang sejuk dan kondusif untuk belajar, menjadi nilai tambah tersendiri. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan namun tetap terhubung dengan akses informasi dan teknologi, kampus ini menawarkan lingkungan akademik yang ideal bagi mahasiswa yang ingin fokus menimba ilmu. Fasilitas perpustakaan yang terus diperbarui, laboratorium komputer, ruang diskusi, hingga asrama mahasiswa yang nyaman, semuanya dirancang untuk mendukung proses pembelajaran optimal. Biaya pendidikan yang terjangkau dengan beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu menjadi bukti komitmen kampus dalam demokratisasi pendidikan tinggi berkualitas.
Kerja sama strategis antara STAI Madrasah Arabiyah Bayang dengan Pengadilan Agama Painan adalah model partnership ideal antara dunia akademis dan praktisi. Mahasiswa mendapat kesempatan emas untuk belajar langsung dari para hakim yang berpengalaman, sementara Pengadilan Agama mendapat tenaga-tenaga muda yang energik dan siap membantu kelancaran administrasi peradilan. Win-win solution ini telah berlangsung bertahun-tahun dan terus diperkuat dengan memorandum of understanding yang saling menguntungkan. Ke depan, kerja sama serupa akan diperluas ke berbagai lembaga lain seperti Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama, Lembaga Amil Zakat, dan lembaga keuangan syariah, sehingga mahasiswa memiliki banyak pilihan tempat praktik sesuai minat dan bakat mereka.
Bagi calon mahasiswa yang bermimpi menjadi ahli hukum Islam, konsultan syariah, hakim, mediator, atau profesional di bidang hukum keluarga dan ekonomi syariah, STAI Madrasah Arabiyah Bayang adalah pilihan tepat. Kampus ini tidak hanya menawarkan gelar sarjana, tetapi juga membentuk karakter, kompetensi, dan karier. Dengan dosen-dosen berkualitas yang banyak di antaranya adalah praktisi, kurikulum yang aplikatif, praktik lapangan yang terstruktur, serta lingkungan akademik yang kondusif, STAI Madrasah Arabiyah Bayang siap mengantarkan mahasiswanya menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Zidni Ilman Nafi’an bukan sekadar tagline, tetapi janji nyata yang diwujudkan dalam setiap aspek pendidikan. Mari bergabung bersama ribuan alumni sukses yang telah membuktikan: STAI Madrasah Arabiyah Bayang adalah tempat di mana mimpi menjadi nyata dan ilmu menjadi amal yang bermanfaat.
By. Muhammad Yunus
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































