BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat otot investasinya demi mengoptimalkan imbal hasil dana kelolaan. Berdasarkan data kepemilikan saham investor di atas 1 persen yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, badan hukum publik ini tercatat mengoleksi 34 emiten yang tersebar di berbagai sektor strategis. Portofolio tersebut dikelola melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).
Langkah penempatan dana pada instrumen ekuitas ini sejalan dengan orientasi jangka panjang kedua program tersebut. Manajemen BPJS Ketenagakerjaan berupaya memberikan nilai tambah yang kompetitif bagi para peserta melalui pemilihan saham dengan fundamental kokoh. Mayoritas kepemilikan saham berada di bawah payung Dana Jaminan Sosial (DJS) program JHT, sementara beberapa lainnya ditempatkan khusus untuk program JP guna menjaga ketahanan dana pensiun di masa depan.
Bila menilik besaran persentase kepemilikan, sektor perkebunan dan ritel tampak menonjol dalam radar investasi mereka. Saham PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) memimpin dengan porsi kepemilikan mencapai 4,41 persen. Mengekor di posisi selanjutnya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan kepemilikan 3,76 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 3,74 persen.
Berikut adalah rincian lengkap 34 saham koleksi BPJS Ketenagakerjaan yang diurutkan berdasarkan persentase kepemilikan tertinggi:
PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menguasai 4,41 persen atau setara 300,92 juta lembar saham. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyusul dengan porsi 3,76 persen melalui kepemilikan 624,07 juta lembar. Di posisi ketiga, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kepemilikan 3,74 persen dengan total 328,29 juta lembar. Sektor perbankan juga menjadi andalan lewat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang dikoleksi sebanyak 1,30 miliar lembar atau 3,51 persen.
Emiten semen dan konstruksi turut mengisi porsi besar dalam portofolio ini. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dimiliki sebesar 3,42 persen dengan total 230,98 juta lembar. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan porsi 3,41 persen melalui kepemilikan 247,52 juta lembar. Sementara itu, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dikoleksi dalam dua skema, yakni 3,39 persen untuk JHT dan 1,02 persen untuk program JP.
Emiten infrastruktur dan properti lainnya juga terpantau cukup dominan. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dimiliki sebesar 2,92 persen, diikuti oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan porsi 2,88 persen. Di sektor beton precast, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan kepemilikan 2,80 persen. Sektor perbankan spesialis perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), mengantongi porsi 2,77 persen, sedangkan raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) dikoleksi sebesar 2,74 persen.
BPJS Ketenagakerjaan juga menaruh minat pada sektor properti melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan kepemilikan 2,70 persen dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sebesar 2,64 persen. Untuk sektor ritel elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dikoleksi melalui dua kantong, yakni 2,60 persen untuk JHT dan 2,25 persen untuk program JP. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga terbagi dalam kepemilikan 2,50 persen di JHT dan 1,36 persen di program JP.
Selanjutnya, raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat dimiliki sebanyak 2,37 miliar lembar atau setara 2,40 persen. Saham tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dikoleksi sebesar 2,25 persen, setara dengan porsi program JP di ERAA. Emiten sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki porsi 2,18 persen, disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kepemilikan 2,15 persen di JHT dan 1,41 persen di program JP.
Beberapa emiten lainnya yang melengkapi daftar ini meliputi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 2,01 persen, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 1,86 persen, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) 1,83 persen. Saham PT Timah Tbk (TINS) dikoleksi 1,67 persen, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) khusus program JP sebesar 1,61 persen, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 1,54 persen.
Menutup daftar kepemilikan, terdapat PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sebesar 1,52 persen, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) 1,51 persen, dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang terbagi 1,39 persen untuk program JP serta 1,08 persen untuk JHT. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kepemilikan 1,33 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 1,09 persen, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 1,06 persen, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 1,05 persen, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk program JP sebesar 1,01 persen.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































