Jakarta – Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Bagi Fahri Affandi, mimpi untuk melanjutkan studi ke luar negeri justru ditempa melalui proses panjang yang penuh tantangan, terutama dalam menguasai bahasa Inggris.
Sejak kecil, Fahri telah memendam cita-cita untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris sempat menjadi penghalang besar. Ia mengakui baru mulai serius menggunakan bahasa Inggris saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Sebelumnya, pembelajaran bahasa asing belum menjadi fokus utamanya.
Kesempatan mengikuti pembelajaran persiapan IELTS di SMA menjadi titik balik penting dalam perjalanannya. Fahri memulai dari dasar, mulai dari penguatan tata bahasa hingga teknik parafrase. Proses tersebut dijalani secara bertahap dan konsisten. Di sisi lain, dukungan keluarga menjadi pondasi emosional yang tak tergantikan.
“Doa dan semangat dari orang tua, terutama ibu, menjadi energi terbesar saya. Dukungan itu membuat saya terus maju meskipun prosesnya berat,” ujar Fahri.
Perjalanan Fahri tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami kegagalan dalam retake IELTS sebanyak dua kali. Persiapan bahasa Inggris yang relatif singkat, kurang dari tiga tahun menjadi tantangan tersendiri. Namun, alih-alih menyerah, Fahri menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi belajarnya.
Menurut Fahri, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan dan strategi yang tepat. Ia aktif berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki pengalaman studi ke luar negeri untuk memahami faktor internal, seperti kesiapan diri, serta faktor eksternal, seperti pemilihan program dan universitas.

Hasil dari proses panjang tersebut membuahkan peluang bagi Fahri untuk mendapatkan kesempatan studi di sejumlah perguruan tinggi luar negeri, baik melalui program reguler, pathway, maupun beasiswa full. Beberapa universitas dan program studi yang menjadi tujuan Fahri di antaranya:
- Beasiswa penuh dari Russian Government Scholarship – Information System Cyber Security
- Bridgeport University – Computer Engineering
- Walsh University – Computer Science
- Drury University – Computer Science (beasiswa 20.000 dolar AS)
- Xi’an Jiaotong University – Artificial Intelligence (beasiswa 10 persen)
- John von Neumann University – Computer Science Engineering
- Bay Atlantic University – Software Engineering (beasiswa 30.000 dolar AS)
- Concord University – Computer Science (beasiswa 8.000 dolar AS)
- Óbuda University – Computer Science
- Western Sydney University – Computer Science
- Middlesex University Dubai – Business Computing and Data Analytics
- Vistula University – Cyber Security and Computer Networks
- Deakin University – Computer Science
- SUNY GCC – Computer Information Systems
- Edith Cowan College – Diploma of Science
- Griffith University – Advanced Computer Science
- Kaunas University of Technology – Industrial Engineering
- Teesside University – Pathway Program Engineering and Computing
- Charles Sturt University – Islamic Studies
Fahri menilai seluruh kesempatan tersebut sebagai anugerah yang patut dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan matang dalam mengejar mimpi studi ke luar negeri, termasuk memahami persyaratan bahasa, kesiapan mental, serta dukungan lingkungan.
“Kemampuan bisa diasah, tetapi tanpa kemauan yang kuat, semuanya tidak akan berjalan. Saya percaya, dengan usaha yang konsisten dan strategi yang tepat, jalan akan terbuka,” tutup Fahri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































