Teknologi bukanlah ancaman bagi peran guru, melainkan alat yang dapat memperkaya pembelajaran di sekolah dasar. Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pelajaran lebih menarik, interaktif, dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, teknologi sering kali dianggap sebagai pesaing bagi guru. Padahal, dengan strategi yang cerdas, teknologi bisa menjadi alat ampuh untuk memperkaya pembelajaran di sekolah dasar. Artikel ini mengeksplorasi pendekatan inovatif yang telah diterapkan di berbagai sekolah, didukung oleh data penelitian dan contoh praktis, untuk membuktikan bahwa teknologi bukan musuh, melainkan mitra setia.
• Anak-anak dan dunia digital
Anak-anak diera digital menghadapi dua sisi mata uang: peluang besar untuk belajar dan berkreasi (media interaktif, gamifikasi, AI) sekaligus ancaman serius seperti kecanduan gadget, isolasi sosial, cyberbullying, paparan konten negatif, serta penurunan fokus dan interaksi tatap muka.
• Guru Tetap Sentral, Bukan Tergantikan
Kekhawatiran bahwa teknologi akan menggantikan peran guru sebenarnya berlebihan. Teknologi hanya menyediakan alat dan informasi, tetapi tidak mampu menggantikan sentuhan pedagogis, nilai, dan keteladanan seorang guru. Justru di era digital, peran guru semakin penting sebagai pembimbing, fasilitator, dan penuntun arah belajar anak.
Guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi menjadi sosok yang membantu siswa memilah informasi, membangun pemahaman, dan menumbuhkan karakter. Tanpa pendampingan guru, teknologi berpotensi menjadi sumber kebingungan, bukan pembelajaran.
• Strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi
Strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi menggabungkan metode modern (seperti Blended Learning, Flipped Classroom, PBL) dengan teknologi (AI, AR, VR, multimedia) untuk menciptakan pengalaman belajar lebih interaktif, personal, dan efektif, berpusat pada siswa sebagai fasilitator, serta meningkatkan literasi digital, namun perlu mengatasi tantangan akses dan kompetensi guru. Tujuannya adalah membuat pembelajaran lebih menarik, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan era digital, mendorong keaktifan siswa, serta memberikan umpan balik cepat.
• Tantangan dan Kesiapan Guru
Tidak dapat dipungkiri, tantangan terbesar terletak pada kesiapan guru. Sebagian guru masih merasa asing atau kurang percaya diri menggunakan teknologi. Namun, inovasi tidak selalu berarti harus mahir secara teknis. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk belajar, mencoba, dan beradaptasi.
Pelatihan yang berkelanjutan serta dukungan dari sekolah dan pemangku kebijakan menjadi kunci agar guru tidak tertinggal. Guru yang didukung akan lebih berani berinovasi dan menjadikan teknologi sebagai mitra, bukan ancaman.
• Peran orang tua dan sekolah dalam pembelajaran digital sehat
Sebuah kolaborasi erat untuk membimbing anak memanfaatkan teknologi secara positif, aman, dan produktif, dengan orang tua sebagai teladan, fasilitator, dan pengawas di rumah (menciptakan lingkungan kondusif, menetapkan aturan, mendampingi, mengajarkan etika digital) dan sekolah sebagai penyedia kurikulum serta mitra komunikasi, memastikan sinergi keduanya menciptakan anak yang cakap digital dan berkarakter kuat di era digital.
Teknologi bukanlah musuh guru. Ia hanyalah alat yang dapat membawa dampak positif atau negatif, tergantung pada bagaimana digunakan. Di tangan guru yang kreatif dan reflektif, teknologi justru mampu memperkaya pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, dan membantu anak memahami dunia dengan lebih luas.
Di era digital, tantangan terbesar pendidikan bukanlah kehadiran teknologi, melainkan keberanian untuk berubah. Ketika guru mampu beradaptasi dan berinovasi, sekolah dasar tidak hanya akan tetap relevan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup dan bermakna bagi anak-anak.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































