Garut, 14 Februari 2025 – Keseriusan dan dedikasi seorang guru kembali terlihat dari sosok Insan Faisal Ibrahim, S.Pd. Guru MIS Ar-Raudhotun Nur tersebut tengah mengikuti rangkaian Uji Coba Teknis UP PPG yang akan dilaksanakan pada 21 Februari 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses akhir Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah ia jalani dengan penuh perjuangan.
Rasa haru dan bangga terpancar jelas dari wajah Insan. Perjalanan panjang yang Insan tempuh kini tinggal selangkah lagi menuju garis akhir. Program PPG bukan sekadar formalitas baginya, melainkan proses pembentukan jati diri sebagai pendidik profesional yang sesungguhnya. Setiap tahapan dijalani dengan kesungguhan, mulai dari pendalaman materi, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, hingga refleksi berkelanjutan. “Program PPG membuka mata saya bahwa menjadi guru profesional bukan sesuatu yang instan. Ada proses panjang yang harus dilalui dengan kesabaran dan komitmen,” ungkap Insan dengan penuh refleksi.
Insan menyadari bahwa kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian tidak dapat dibangun dalam waktu singkat tanpa usaha yang serius. Uji Coba Teknis UP PPG menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. Insan mempersiapkan diri dengan disiplin, membagi waktu antara tanggung jawab mengajar di madrasah dan belajar secara mandiri di rumah. Waktu istirahat berkurang, aktivitas pribadi sering tertunda, bahkan kebersamaan dengan keluarga harus dibagi demi fokus pada persiapan.
“Banyak hal yang harus dikorbankan, mulai dari waktu, tenaga, hingga pikiran. Namun semua itu saya niatkan demi kebaikan dan peningkatan kualitas diri sebagai pendidik,” tuturnya. Baginya, pengorbanan tersebut bukan beban, melainkan investasi jangka panjang demi masa depan peserta didik.
Proses PPG juga mengajarkan pentingnya refleksi dan evaluasi diri. Insan belajar memahami bahwa menjadi guru profesional berarti siap menerima kritik, memperbaiki kekurangan, serta terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Materi-materi dalam program tersebut memperluas wawasannya tentang strategi pembelajaran inovatif, asesmen autentik, serta pendekatan yang berpusat pada siswa.
Kesungguhan Insan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawat. Banyak guru yang melihat semangatnya sebagai motivasi untuk terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri. Profesionalisme guru tidak hanya ditentukan oleh lama mengajar, tetapi oleh kemauan untuk terus memperbaiki kualitas diri sesuai perkembangan zaman. Persiapan menuju 21 Februari 2026 dijalani dengan doa dan ikhtiar maksimal. Setiap malam Insan menyempatkan diri mengulang materi, berdiskusi dengan rekan sesama peserta PPG, serta memperdalam pemahaman konsep-konsep yang diujikan. Komitmen tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses konsisten dan kerja keras.
Perjalanan Insan memberikan pesan kuat bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Sertifikat profesional memang menjadi target akhir, namun esensi sejatinya terletak pada perubahan pola pikir dan peningkatan kompetensi. Program PPG telah membentuknya menjadi pendidik yang lebih reflektif, lebih siap menghadapi tantangan, serta lebih sadar akan tanggung jawab besar dalam mendidik generasi bangsa.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi guru lainnya agar tidak ragu mengikuti proses pengembangan diri. Tantangan dan pengorbanan mungkin terasa berat, tetapi hasilnya sepadan dengan kualitas yang diperoleh. Profesionalisme bukan gelar semata, melainkan komitmen yang terus diperjuangkan.
Langkah Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menuju tahap akhir PPG menjadi simbol bahwa dedikasi dan kesungguhan akan membuahkan hasil. Haru dan bangga yang terpancar di wajahnya bukan sekadar ekspresi pribadi, tetapi gambaran perjuangan seorang guru yang ingin memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Tinggal selangkah lagi, dan perjalanan panjang itu akan menjadi tonggak baru dalam karier profesionalnya sebagai pendidik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































