Garut, 16 Desember 2025 – Salah satu guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, kembali menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam meningkatkan mutu serta kualitas diri sebagai pendidik dengan mengikuti Program Wardah Inspiring Teacher Generation 8. Keikutsertaannya dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa guru madrasah terus berupaya berkembang dan beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan. Program ini dirancang sebagai wadah bagi guru-guru dari seluruh penjuru Nusantara untuk bertumbuh bersama, saling menginspirasi, serta menghadirkan perubahan positif yang berangkat dari ruang kelas, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Program Wardah Inspiring Teacher Generation 8 diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan utama dalam program ini karena membuka ruang kolaborasi yang luas serta pertukaran praktik baik antarpendidik dari berbagai daerah dan kondisi sekolah. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi pembinaan, refleksi diri, diskusi inspiratif, hingga penguatan karakter kepemimpinan, program ini mendorong guru untuk terus berinovasi, berpikir kritis, dan memiliki keberanian untuk melakukan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.
Pak Insan mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini berangkat dari keinginan kuat untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas diri sebagai seorang guru. “Saya melihat program Wardah Inspiring Teacher ini sebagai ruang belajar yang sangat baik bagi guru. Di sini, guru tidak hanya diajak meningkatkan kompetensi, tetapi juga diajak untuk kembali menyadari peran pentingnya dalam membawa perubahan dari kelas yang sederhana,” tutur Pak Insan.
Menurutnya, perubahan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa berawal dari kesadaran, ketulusan, dan komitmen seorang guru dalam mengajar. Lebih lanjut, Pak Insan menegaskan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar karena tantangan pendidikan terus berkembang seiring perubahan zaman dan karakter peserta didik. “Mutu pendidikan tidak akan meningkat jika gurunya berhenti bertumbuh. Melalui program ini, saya berharap bisa mendapatkan banyak wawasan, inspirasi, serta sudut pandang baru yang nantinya dapat saya terapkan di MIS Ar-Raudhotun Nur,” tambahnya dengan penuh optimisme. Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Keikutsertaan Pak Insan dalam program berskala nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MIS Ar-Raudhotun Nur. Hal tersebut mencerminkan komitmen kuat guru madrasah dalam meningkatkan profesionalisme serta menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak bagi peserta didik. Selain itu, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program diharapkan dapat dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya, sehingga tercipta budaya belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama di lingkungan madrasah.
Melalui Program Wardah Inspiring Teacher Generation 8, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menegaskan bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh ketulusan. Dengan semangat untuk terus bertumbuh dan berbagi, ia berkomitmen menghadirkan pendidikan yang lebih inspiratif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Partisipasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa guru madrasah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































