Bimbingan Konseling(BK) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak sekolah dalam menghadapi berbagai macam-macam kasus bagi pelajar. Mudahnya akses mendapatkan bimbingan konseling seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelajar agar dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan mereka. Termasuk kasus yang berkaitan dengan gangguan mental yaitu bunuh diri.
Contoh kasus konkret yang disebabkan oleh gangguan psikologi yaitu bunuh diri. Baru-baru ini viral seorang pelajar di SMP Negeri di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat yang melakukan aksi bunuh diri dengan cara mengikat lehernya dengan dasi. Diketahui korban tersebut berinisial BE atau Bagindo Efan(15 tahun) seorang siswa kelas IX SMP Negeri 7 Sawahlunto.
Peristiwa ini terjadi bertepatan pada peringatan hari sumpah pemuda yang ke 97 pada 28 Oktober 2025.Saat guru dan teman-teman mengikuti pembelajaran di laboratorium sekolah, korban izin keluar. Guru tidak menaruh rasa curiga terhadap korban. Setelah belajar dari laboratorium teman-teman kelas korban kembali ke kelas dan terkejut melihat korban yang sudah tidak bernyawa dengan leher yang tergantung terlilit dasi.
Dinas pendidikan dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak(PPA) Sawahlunto ikut menyelidiki penyebab korban tewas. Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto Asril mengatakan bahwa “Kepolisian sudah melakukan visum terhadap korban guna mengidentifikasi kematian korban dan jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,”tutur dia.
Bimbingan Konseling(BK) hadir sebagai upaya yang komprehensif dan preventif untuk mencegah Kasus bunuh diri terjadi kembali. Dengan melakukan keterbukaan dialog antara Guru BK dan para siswa yang memiliki gangguan psikologis. Akan tetapi, banyak pelajar yang masih takut untuk berkonsultasi dan mencurahkan segala permasalahan yang mereka alami. Kebanyakan dari mereka justru memilih untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri dengan cara yang lebih ekstrem seperti bunuh diri. Kebanyakan pelajar merasa bahwa berkonsultasi kepada bimbingan konseling(BK) hanya memperparah luka dan trauma yang mereka alami.
Mereka merasa bahwa bunuh diri adalah solusi yang paling cepat dan praktis terhadap masalah yang selama ini mengganggu psikologis mereka. Bagi para pelajar yang mengalami kecemasan, stres, dan gangguan pikiran yang mendalam mereka berpikir bahwa bunuh diri adalah hal yang paling terbaik untuk menghilangkan rasa sakit yang mereka rasakan.
Menurut saya peran bimbingan konseling(BK) dalam menghadapi kasus bunuh diri pada pelajar sangatlah vital. Guru dan tenaga konselor bimbingan konseling di Sekolah dapat melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang kerap melanda mental para siswa ini. Sebagai Guru BK, seharusnya melakukan dialog atau melakukan pendekatan preventif yang nyaman dan membuat para siswa merasa bahwa beban yang mereka tanggung selama ini bisa dikurangi dengan upaya yang dilakukan oleh tenaga konseling.
Pendekatan preventif dan dialog yang inklusif dapat menyebabkan para pelajar merasa bahwa luka mereka dapat terobati hanya dengan berdialog ringan. Guru BK harus memahami dan menjadi pendengar yang baik terhadap segala permasalahan yang dialami oleh para pelajar agar pelajar merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Karena kebanyakan pelajar berpikir bahwa Bimbingan Konseling tidak akan berguna apa-apa dalam menghadapi masalah mereka yang dianggap sangat berat.
Bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar bisa dipengaruhi beberapa faktor termasuk lingkungan mereka bergaul, serta ketidakharmonisan hubungan keluarga mereka. Lingkungan yang tidak harmonis dapat menyebabkan para pelajar merasa stres, depresi dan tidak mempunyai semangat akan hidup. Jadi bagi mereka, bunuh diri adalah satu-satunya solusi yang terbaik karena peran Bimbingan Konseling(BK) yang dianggap tidak bisa membantu mengatasi tekanan psikologis mereka. Jika stres, depresi dan frustasi yang mereka alami dibiarkan begitu saja tanpa solusi yang konkret dapat menyebabkan tindakan yang jauh lebih nekat seperti mengakhiri hidup.
Oleh karena itu, peran bimbingan konseling(BK) sangat krusial dalam mencegah serta mengurangi tingkat kecemasan, frustasi serta depresi yang dialami oleh pelajar.Karena banyak pelajar yang sungkan untuk bercerita kepada orang tua atau keluarga terdekat, bimbingan konseling(BK)bisa menjadi opsi yang mungkin lebih nyaman bagi mereka untuk bercerita, serta mengeluarkan segala apa yang mereka pendam selama ini agar kasus bunuh diri bisa dikurangi.
Bunuh diri adalah sebuah tindakan yang tidak baik, karena dapat menyebabkan hilangnya masa depan siswa. Bimbingan Konseling(BK) berfungsi sebagai lembaga yang harus bisa menempatkan kepentingan psikologis bagi siswa di atas kepentingan yang lain, agar siswa berani bersuara atas masalah yang mereka alami agar mereka menjadi pribadi yang bukan hanya cerdas secara intelektual melainkan juga cerdas emosional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































