Pendidikan nonformal seperti PKBM, kursus keterampilan, pelatihan kerja, dan pendidikan berbasis komunitas kini mulai memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Penggunaan platform daring, media sosial, serta aplikasi pembelajaran membuat kegiatan belajar menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses oleh masyarakat.
Dalam konteks pendidikan nonformal, transformasi digital dinilai relevan dengan prinsip andragogi. Peserta didik dewasa memiliki pengalaman hidup yang beragam dan cenderung belajar karena dorongan kebutuhan nyata, seperti peningkatan keterampilan kerja atau pengembangan usaha. Teknologi digital memberi ruang bagi peserta didik untuk mengatur sendiri proses belajarnya, memilih materi yang sesuai, serta belajar secara mandiri.
Pada bagian inilah pendekatan andragogi semakin terlihat perannya. Tutor atau pendidik nonformal tidak lagi berposisi sebagai pusat pembelajaran, melainkan sebagai fasilitator yang mendampingi warga belajar. Melalui media digital, peserta didik didorong untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memecahkan masalah bersama berdasarkan situasi nyata yang mereka hadapi.
Penerapan andragogi berbasis transformasi digital dapat dilihat, misalnya, pada pelatihan keterampilan di PKBM. Tutor menyediakan video tutorial dan modul digital yang dapat dipelajari secara mandiri oleh warga belajar. Selanjutnya, proses diskusi dilakukan melalui grup WhatsApp atau forum daring untuk membahas kendala dan pengalaman masing-masing peserta. Dengan cara ini, pengalaman warga belajar menjadi sumber belajar utama.
Contoh lain penerapan andragogi terlihat pada pelatihan kewirausahaan berbasis digital. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diminta mempraktikkan langsung, seperti membuat konten promosi produk melalui media sosial. Tutor berperan memberikan umpan balik dan arahan, sementara peserta belajar dari hasil praktik dan pengalaman lapangan mereka sendiri.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan nonformal bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pembelajaran. Dengan mengedepankan andragogi, proses belajar menjadi lebih partisipatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan orang dewasa.
Ke depan, penguatan andragogi berbasis digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nonformal. Dengan dukungan literasi digital, fasilitas yang memadai, serta peran tutor sebagai fasilitator, pendidikan nonformal dapat menjadi ruang belajar yang relevan, adaptif, dan memberdayakan masyarakat dewasa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































