Gen Milenial hidup berdampingan dengan Gen Z tetapi keduanya tidak jarang mengalami kesalahpahaman dalam melakukan komunikasi. Jarak usia Gen Milenial dengan Gen Z sebenarnya tidak terlalu jauh, namun gaya komunikasinya sangat terasa berbeda. Gen Milenial tumbuh di mana teknologi masih berkembang, misalnya menggunakan SMS sebagai media untuk berkomunikasi, sehingga mereka terbiasa dengan gaya komunikasi yang formal, rapi, dan jelas sebagai bentuk kesopanan. Sedangkan Gen Z lahir ketika teknologi sudah semakin maju, ketika spontanitas, kecepatan, dan humor seperti meme dan slang merupakan bagian dari cara berkomunikasi sehari-hari. Berdasarkan dua hal ini, menyebabkan pesan yang ditulis oleh Gen Milenial terasa kaku oleh Gen Z, sedangkan pesan yang ditulis oleh Gen Z dianggap terlalu santai dan tidak serius di mata Gen Milenial.
Perbedaan keduanya terlihat dari pemakaian bahasa digital yang digunakan. Gen Milenial lebih sering memakai gaya bahasa yang literal yaitu apa yang mereka tulis adalah apa yang mereka maksud. Sedangkan Gen Z cenderung menggunakan gaya bahasa yang hiperbola dan humor untuk mengespresikan diri mereka sehingga maksud pesan tidak selalu sesuai dengan teks yang dikirim. Misalnya “Gue mati sih kalo telat ngumpulin tugas” bagi Gen Z ungkapan tersebut hanya bentuk ekspresi humor, namun bagi sebagian milenial terkesan tidak profesional atau dramatis. Dapat dilihat juga dari tempo balasan pesan, Gen Milenial cenderung merasa bahwa respon pesan dengan ritme cepat merupakan tanda profesionalime, sedangkan Gen Z menganggap bahwa respon dengan ritme cepat sebuah tekanan, karena banyaknya notifikasi dari berbagai macam platform. Meski tidak ada niat buruk dari keduanya, ketidaksinkronan tempo balasan ini membuat Gen Milenial merasa diabaikan sedangkan Gen Z merasa dikejar-kejar.
Prinsip-prinsip yang dipegang oleh masing-masing generasi dapat membentuk cara mereka berkomunikasi. Gen Milenial terbiasa di lingkungan yang menekankan untuk menjaga reputasi, sopan santun, dan diplomasi sehingga nereka lebih sering hati-hati saat mengungkapkan pendapat. Sebaliknya, Gen Z lebih mengutamakan keterbukaan, bagi mereka, ungkapan seperti “Gue lagi sedih, bisa ditunda?” merupakan ekspresi kejujuran, bukan tanda kurang profesional. Perbedaan-perbedaan ini sering kali membuat Gen Milenial menganggap bahwa Gen Z terlalu terang-terangan, sebaliknya Gen Z mengaggap bahwa Gen Milenial terlalu berputar-putar saat menyampaikan pesan. Selain itu, alat komunikasi yang digunakan kedua generasi tersebut juga berbeda. Gen Milenial lebih sering menggunakan email dan WhatsApp sebagai alat komunikasi utama, sementara Gen Z lebih akrab dengan platform Instagram, Discord, bahkan komentar TikTok. Dalam hal ini sudah dapat menimbulkan kesenjangan karena perbedaan platform tersebut ikut mempengaruhi kosakata dan gaya bahasa yang digunakan dalam menyampaikan informasi.
Perkembangan teknologi telah merevolusi bentuk komunikasi antargenerasi, tentu dengan dampak yang berbeda pada setiap generasi. Pola interaksi antara Gen Milenial dan Gen Z menujukkan perbedaan yang cukup mencolok, di mana masing-masing terbentuk oleh konteks sosial mereka (Guspita & Christin, 2025). Menurut Zis, Effendi, & Roem (2021) Di era digital ini banyak pertemuan langsung yang digantikan dengan percakapan elektronik yang mengakibatkan munculnya penurunan kualitas dalam interaksi antarpribadi, khususnya pada jumlah pertemuan tatap muka, kedalaman, emosional, dan interpretasi pesan dalam komunikasi. Hal ini menegaskan bahwa walaupun kedua generasi tersebut mahir dalam memakai teknologi, tetapi metode pemanfaatan untuk berkomunikasi mereka berbeda sehingga dapat memicu kesalahpahaman.
Menurut Guspita & Christin (2025) mengungkap Gen Z banyak menggunakan kata slang, unkapan tidak resmi, kata singkatan, serta emotikan pada pesan atau teks yang dikirim, sementara Gen Milenial lebih tertarik menggunakan bahasa formal dan tersusun rapi. Hal ini sudah diteliti mmelalui pengumpulan data dari postingan masing-masing generasi, di mana hasilnya menunjukkan perbedaan gaya bahasa di antara kedua generasi tersebut secara konsisten. Dalam hal lain kita juga bisa menjumpai bahwa Gen Milenial biasanya berkomunikasi dengan cara yang terorganisir dan penuh pertimbangan, diiringi dengan pemeriksaan fakta dan norma kesantunan. Sedangkan Gen Z lebih menunjukkan pendekatan yang ekspresif dan lebih santai dengan menggunakan slang, singkatan, dan emotikon, serta tanpa pemeriksaan yang mendalam. Dari perbedaan ini dapat menimbulkan pengaruh bagaimana pesan diterima, ditanggapi, dan diinterpretasi oleh masing-masing generasi.
Secara keseluruhan, perbedaan antargenerasi dari pengalaman hidup, lingkungan sosial, dan perkembangan teknologi memengaruhi gaya komunikasi mereka. Gen Milenial biasanya menggunakan pendekatan yang lebih tersusun, resmi, dan penuh kehati-hatian, sedangkan Gen Z biasanya menggunakan pola yang santai dan penuh ekspresi. Perbedaan ini bisa jadi saling melengkapi tidak selalu bertentangan. Namun hal ini dapat memicu miskomunikasi, salah paham, bahkan salah persepsi jika salah satu pihak terlalu serius atau salah satu pihak terlalu santai. Meski demikian salah paham yang terjadi ini dapat diatasi. Caranya dengan fokus pada konteks pembicaraan. Jika pesan atau teks terasa kurang jelas atau membingungkan, bisa jadi itu hanya perbedaan bahasa digital, bukan niat buruk. Kedua generasi ini dapat saling menyesuaikan cara berkomunikasinya, Gen Milenial bisa lebih santai, dan Gen Z bisa lebih eksplisit. Dengan menyelaraskan perbedaan, jujur mengenai referensi, dan tidak langsung menilai negatif perbedaan gaya komunikasi maka hubungan keduanya akan lebih baik. Jika masing-masing generasi dapat mencapai hal-hal tersebut, komunikasi tidak hanya mulus, tetapi juga memperkuat hubungan keduanya di dalam era digital yang semakin dinamis ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































