PADANG – Dunia akademik dan dakwah di Sumatera Barat kembali mencatat prestasi membanggakan. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, saat ini juga beliau juga menjabat sebagai Kepala LPPM UIN Imam Bonjol Padang yang sudah resmi dinyatakan memenuhi kompetensi kelayakan untuk kenaikan jabatan akademik ke jenjang Guru Besar/Profesor dalam bidang Dakwah Multikultural. (Kamis, 30/04/26).
Pencapaian ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi pribadi Prof. Wakidul Kohar, tetapi juga bagi Fakultas Dakwah dan UIN Imam Bonjol Padang sebagai institusi yang terus melahirkan tokoh-tokoh intelektual Islam berpengaruh di tingkat nasional.
Selama ini, Dr. Wakidul Kohar dikenal sebagai akademisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat. Selain aktif mengajar, beliau juga terlibat dalam berbagai aktivitas struktural kampus serta konsisten hadir di tengah masyarakat melalui pengajian dan pembinaan keagamaan.
Keberhasilan meraih gelar Profesor bukanlah proses instan. Sejak menjabat sebagai Lektor Kepala pada Mei 2011, beliau meniti karier akademik melalui disiplin yang kuat dalam dunia literasi. Di tengah kesibukan administratif, mengajar, dan berdakwah, Prof. Wakidul tetap menjaga komitmen intelektualnya melalui prinsip sederhana namun luar biasa: “One Day One Paragraph.”
Prinsip tersebut menjadi fondasi produktivitas ilmiahnya. Setiap hari, beliau menargetkan diri untuk menulis minimal satu paragraf berkualitas, sebagai bentuk kesinambungan berpikir dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam proses menulis, Prof. Wakidul mengembangkan formula khas yang disebut PREC (Point, Reason, Evidence, Conclusion). Teknik ini menekankan penyampaian gagasan utama secara jelas, didukung alasan logis, bukti kuat, dan diakhiri kesimpulan yang tajam. Formula ini terbukti efektif dalam menghasilkan karya ilmiah yang sistematis, bernas, dan relevan.
Melalui konsistensi tersebut, beliau berhasil melahirkan berbagai karya ilmiah nasional dan internasional. Salah satu karya pentingnya adalah penelitian tentang Islam Transmigran: Studi Integrasi Budaya Masyarakat Transmigrasi di Sumatera Barat yang terbit pada 2018, serta riset kontemporer mengenai strategi media dalam konflik Israel-Palestina pada 2025.
Produktivitas akademiknya turut tercermin dari capaian sitasi ilmiah yang terus berkembang, menandakan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu dakwah, komunikasi, dan masyarakat multikultural.
Tidak hanya di jurnal akademik, Prof. Wakidul juga aktif menulis di media massa seperti Harian Umum Singgalang. Melalui tulisan populer bertema keislaman, sosial, dan psikologi masyarakat, beliau membuktikan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar, tetapi juga melalui pena yang menjangkau lebih luas dan bertahan lebih lama.
Bagi generasi muda, khususnya akademisi dan dai, perjalanan Prof. Wakidul Kohar menjadi inspirasi besar bahwa keberhasilan akademik dibangun melalui konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari. Jabatan tertinggi bukan sekadar hasil administrasi, melainkan buah dari disiplin intelektual yang panjang.
Selain dikenal sebagai ilmuwan, beliau juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat marginal melalui penguatan literasi keagamaan serta pengembangan teori mediasi lintas budaya berbasis penelitian lapangan di Sumatera Barat.
Dengan terbitnya sertifikat kompetensi Guru Besar pada 10 April 2026, Prof. Dr. H. Wakidul Kohar, M.Ag. resmi memasuki babak baru pengabdian akademik. Gelar Profesor ini menjadi simbol keberhasilan perjuangan panjang sekaligus amanah besar untuk terus memperkuat dakwah, pendidikan, dan literasi Islam di Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi pesan kuat bagi seluruh akademisi bahwa sesibuk apa pun pengabdian kepada masyarakat dan negara, literasi tidak boleh berhenti.
Prof. Wakidul Kohar telah membuktikan bahwa peradaban besar dapat dibangun dari satu paragraf bermakna yang ditulis secara konsisten setiap hari.
Oleh: Muhammad Yunus
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































