Serang, 10 Desember 2025 Perkembangan pembelajaran digital di Indonesia semakin pesat seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan. Salah satu bentuk transformasi tersebut terlihat dari penggunaan aplikasi pesan instan WhatsApp dan Telegram yang mulai diintegrasikan ke dalam Learning Management System (LMS) di berbagai institusi pendidikan. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk memperkuat sistem komunikasi pembelajaran agar lebih cepat dan terstruktur.
Selama ini, LMS kerap menghadapi kendala seperti keterbatasan akses, rendahnya tingkat adaptasi pengguna, serta kurang optimalnya penyampaian informasi. Sebaliknya, WhatsApp dan Telegram telah menjadi sarana komunikasi yang akrab digunakan oleh pendidik maupun peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan untuk memanfaatkan kedua aplikasi ini sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital.
Ahmad Fauzi, M.Pd, dosen Teknologi dan Transformasi Digital Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menilai integrasi ini sebagai respons wajar dunia pendidikan terhadap perubahan perilaku digital masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan WhatsApp dan Telegram dalam LMS mampu membuat proses pembelajaran lebih praktis, efisien, dan mudah diakses.
Telegram dinilai efektif sebagai pendamping LMS karena memiliki ukuran aplikasi yang ringan, dapat diakses melalui berbagai perangkat, serta menyediakan fitur grup dan channel dengan kapasitas besar untuk penyebaran materi dan informasi. Selain itu, penggunaan bot memungkinkan otomatisasi tugas dan kuis, didukung oleh penyimpanan berbasis cloud yang luas dan sistem keamanan yang andal.
Di sisi lain, WhatsApp unggul dalam kesederhanaan penggunaan dan tingkat familiaritas yang tinggi di kalangan pengguna. Fitur grup, pesan siaran, pesan suara, serta panggilan suara dan video memudahkan interaksi dan bimbingan pembelajaran jarak jauh. Kehadiran fitur Communities juga membantu pengelompokan kelas kecil agar komunikasi lebih terarah.
Meski menawarkan banyak kemudahan, integrasi aplikasi pesan instan ke dalam LMS turut menghadirkan tantangan baru. Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Pinkan, menekankan pentingnya menjaga batas antara ruang akademik dan ruang pribadi agar penggunaan teknologi tetap sehat dan tidak menimbulkan beban berlebih.
Secara keseluruhan, penggabungan WhatsApp dan Telegram dengan LMS dinilai sebagai langkah maju dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, inklusif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan digital di era modern.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































