Bantul (MAN 4 Bantul) — Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang MAN 4 Bantul, prosesi potong tumpeng digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) MAN 4 Bantul ke-57. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna di halaman MAN 4 Bantul pada Rabu (14/01/2026), disaksikan oleh seluruh civitas akademika madrasah.
Pemotongan tumpeng dilaksanakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, H. Muntholib, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Tata Usaha MAN 4 Bantul, Muhammad Yasin Nuryanto, S.T. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar MAN 4 Bantul senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan di masa mendatang.
Seluruh siswa, guru, dan pegawai MAN 4 Bantul tampak antusias mengikuti acara ini. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya ikatan antarwarga madrasah yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Dalam keterangannya, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menyampaikan bahwa potong tumpeng bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarat dengan makna spiritual dan kebersamaan. Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci utama agar MAN 4 Bantul terus berkembang dan berprestasi.
“Potong tumpeng ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas perjalanan panjang MAN 4 Bantul. Selama 57 tahun, madrasah ini telah melewati berbagai dinamika dan tantangan, namun tetap berdiri kokoh dan terus berkontribusi bagi dunia pendidikan,” ungkap Syaefulani.
Ia juga menambahkan bahwa momentum harlah harus dijadikan sarana refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik. “Dengan kebersamaan seluruh civitas akademika, kami optimistis MAN 4 Bantul akan terus melangkah maju, mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tambahnya.
Prosesi potong tumpeng ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Harlah ke-57 MAN 4 Bantul, sekaligus peneguh semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan madrasah yang semakin gemilang. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































