Donasi bukan semata-mata aktivitas memberi bantuan materi, melainkan sarana pembelajaran sosial-emosional. Melalui kegiatan donasi yang sederhana dan terarah, anak-anak belajar mengenal empati, kepedulian, dan rasa berbagi terhadap sesama. Lebih dari itu, donasi mencerminkan nilai solidaritas sosial dan kemanusiaan. Dalam konteks kehidupan berbangsa, kepedulian terhadap korban bencana menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan gotong royong antarwarga. Nilai ini sejalan dengan ajaran agama dan budaya Indonesia yang menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Setiap donasi, sekecil apa pun, memiliki arti besar jika dilakukan secara kolektif dan tepat sasaran.
Pelaksanaan aksi donasi di TK ELPIST dirancang dengan pendekatan yang ramah anak dan tidak menimbulkan rasa takut. Guru berperan menjelaskan peristiwa bencana menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta menekankan nilai kasih sayang dan tolong-menolong. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku langsung dalam aksi kemanusiaan. Kegiatan donasi di TK ELPIST juga memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai kepedulian sosial. Orang tua dilibatkan untuk mendampingi anak dalam menyiapkan donasi, sehingga nilai berbagi tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga dipraktikkan di lingkungan keluarga. Dengan demikian, anak memperoleh pengalaman konsisten tentang pentingnya peduli terhadap sesama dalam berbagai konteks kehidupan. Melalui pembiasaan peduli bencana sejak usia dini, diharapkan anak tumbuh menjadi individu yang memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Donasi menjadi media pendidikan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai empati, solidaritas, dan gotong royong sejak dini. Dengan demikian, perspektif anak usia dini dalam kegiatan donasi bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang membentuk generasi yang peduli, berakhlak, dan berjiwa sosial tinggi.
Pada Jum’at (5/12/25) Saat observasi, Kepala Sekolah TK Elpist atau sering disapa Miss Yessi, mengatakan bahwa “Pengenalan kepedulian bencana melalui donasi juga berfungsi sebagai stimulasi perkembangan moral anak. Anak usia dini belajar tentang nilai kebaikan, tolong-menolong, dan kebersamaan melalui pengalaman nyata, bukan sekadar penjelasan verbal. Dengan pendampingan guru dan orang tua, anak dapat memahami bahwa membantu korban bencana adalah perbuatan baik yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain”.
Nilai kepedulian dan berbagi melalui donasi selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” Ayat ini menjadi landasan kuat dalam menanamkan nilai peduli bencana pada anak usia dini, bahwa membantu sesama adalah perbuatan mulia yang dicintai Allah. Melalui kegiatan donasi, anak tidak hanya belajar berbagi secara sosial, tetapi juga diperkenalkan pada nilai keagamaan sejak dini, sehingga terbentuk karakter peduli, empatik, dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam.
Kepedulian terhadap sesama dapat ditanamkan sejak anak usia dini melalui tindakan sederhana seperti berbagi dan berdonasi. Anak belajar bahwa membantu orang lain yang sedang tertimpa musibah adalah perbuatan baik yang membawa kebahagiaan dan bernilai ibadah. Dengan bimbingan guru dan orang tua, anak dibiasakan untuk memiliki empati, rasa syukur, dan semangat tolong-menolong. Nilai ini menjadi bekal penting agar anak tumbuh sebagai pribadi yang peduli, berakhlak mulia, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat.
Sumber Foto : Di kelas B TK Elpist saat Observasi.
Sumber Artikel :
Observasi Kepala TK Elpist Temanggung (Miss Yessi)
Permendikbud RI Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini(Menegaskan pentingnya pengembangan nilai moral, sosial-emosional, dan pembiasaan perilaku prososial pada anak usia dini).
Al-Quran Surah Al- Ma’idah Ayat 2
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































