Ternate – Upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate terus diperkuat. Pada Jumat malam (29/8/2025), jajaran Lapas Ternate melaksanakan razia insidentil gabungan bersama aparat TNI dan Polri di kamar hunian warga binaan. Kegiatan dimulai pukul 21.30 WIT hingga selesai dan berlangsung dengan tertib, aman, serta kondusif.
Pelaksanaan razia ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan kewaspadaan serta penegakan keamanan di seluruh lapas dan rutan. Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Jefry R. Persulessy, menegaskan bahwa operasi gabungan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus menciptakan suasana kondusif di dalam lapas.
“Razia ini adalah bagian dari deteksi dini. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Ternate tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Sinergi dengan TNI dan Polri menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga stabilitas keamanan,” ujar Jefry R. Persulessy saat memberikan keterangan usai kegiatan.
Razia gabungan ini melibatkan kekuatan penuh jajaran pengamanan Lapas, antara lain pejabat struktural, regu pengamanan malam, staf KPLP, staf keamanan, serta CPNS formasi 2024. Selain itu, hadir pula unsur aparat eksternal, yakni Aparat TNI dan POLRI, yang turut memperkuat jalannya Razia
Untuk memaksimalkan penggeledahan, tim dibagi menjadi empat kelompok yang menyisir seluruh blok hunian. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kamar, tempat tidur, hingga barang-barang pribadi warga binaan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas, di antaranya: Tiga unit handphone, Empat buah charger handphone, Satu buah silikon HP, Tiga buah kabel, Tiga buah gelas kaca, Dua buah piring kaca, Enam buah korek api, Enam buah sendok besi, Dua buah pisau kecil dan satu buah headset.
Seluruh barang sitaan tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk dijadikan barang bukti dan dilaporkan kepada pimpinan sebagai tindak lanjut.
Kegiatan razia ini juga mendapat dukungan penuh dari aparat TNI yang turut serta. Salah satu personel TNI yang bertugas, Babinsa Jambula, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil pihak Lapas Ternate.
“Kami dari TNI siap mendukung penuh kegiatan seperti ini. Sinergi antara TNI, Polri, dan Lapas sangat penting untuk menjaga keamanan, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.
Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, menambahkan bahwa kegiatan razia insidentil tidak hanya bersifat sementara, tetapi merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat pengamanan.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah sekecil apa pun yang bisa mengganggu keamanan lapas. Temuan barang-barang terlarang ini akan kami laporkan dan tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, Faozul Ansori juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mewujudkan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari gangguan keamanan.
Seluruh rangkaian kegiatan razia gabungan ini berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib tanpa adanya perlawanan dari warga binaan. Situasi kembali kondusif setelah kegiatan berakhir, dan seluruh warga binaan tetap kooperatif sepanjang proses penggeledahan berlangsung.