Suasana sore yang hangat pada Minggu, 22 Februari 2026, menjadi saksi berlangsungnya kegiatan literasi terbuka bertajuk NgabubuReads yang diselenggarakan oleh Venezia Membaca bersama PC IPM Cileungsi. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.40 ini dilaksanakan di area terbuka tepat di depan Regina Caeli School Metland, sebuah lokasi dengan lapangan luas yang menghadirkan suasana santai, teduh, dan nyaman, sehingga sangat mendukung konsep kegiatan literasi yang dikemas ringan sekaligus reflektif. Hamparan ruang terbuka yang menyerupai area piknik menjadikan para peserta dapat membaca, berbincang, dan berinteraksi tanpa batas formalitas ruang tertutup, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan egaliter.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif LiterAsik, sebuah inisiatif bersama yang dirancang untuk menumbuhkan budaya literasi dari akar rumput, bukan sekadar sebagai aktivitas membaca, tetapi sebagai gerakan sosial yang membangun ruang perjumpaan ide, pengalaman, dan kesadaran intelektual masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Venezia Membaca berperan menyediakan beragam koleksi bacaan dari berbagai bidang pengetahuan, sehingga peserta memiliki pilihan literatur yang luas untuk dieksplorasi. Sementara itu, PC IPM Cileungsi menjalankan peran strategis dalam mobilisasi partisipasi dengan menyebarkan undangan ke berbagai ranting IPM di wilayah Cileungsi, sehingga kegiatan ini benar-benar menjadi ruang temu lintas komunitas pelajar dan masyarakat umum.

Sebanyak 20 peserta hadir pada sore itu dengan latar belakang usia dan pengalaman yang beragam.Peserta termuda merupakan pelajar kelas VII sekolah menengah pertama, sementara peserta tertua berasal dari kalangan dewasa yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap literasi dan diskusi sejarah. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan dinamika dialog yang hidup, mempertemukan perspektif muda yang ingin tahu dengan pengalaman reflektif peserta yang lebih dewasa. Kegiatan ini secara sadar dirancang terbuka bagi siapa pun tanpa memandang usia, latar belakang sosial, maupun agama, menegaskan bahwa literasi adalah ruang bersama yang melampaui batas identitas dan perbedaan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi membaca bersama, di mana peserta bebas memilih buku yang tersedia atau membawa bacaan pribadi. Dalam suasana yang tenang namun akrab, halaman demi halaman dibuka, menghadirkan momen refleksi individual sebelum memasuki tahap pertukaran gagasan secara kolektif. Setelah sesi membaca, kegiatan berlanjut dengan diskusi terbuka yang menjadi inti interaksi intelektual. Para peserta secara bergantian membagikan pemahaman, pengetahuan, maupun ketertarikan mereka terhadap berbagai topik sejarah dan tokoh pemikiran.

Salah satu pembahasan yang muncul adalah mengenai peristiwa Geger Pacinan tahun 1740–1743, sebuah episode penting dalam sejarah kolonial yang menyingkap ketegangan sosial dan dinamika kekuasaan di Batavia pada abad ke-18. Diskusi kemudian bergerak pada refleksi sastra dan perjuangan sosial melalui pemikiran dan karya Widji Thukul, yang dikenal sebagai suara perlawanan terhadap ketidakadilan dan simbol keberanian dalam menyuarakan realitas sosial. Selain itu, pembahasan juga menyentuh gagasan kebangsaan dan pemikiran politik modern melalui sosok Sutan Sjahrir, yang dipandang sebagai intelektual visioner dengan kontribusi penting dalam pembentukan arah demokrasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Ragam topik yang muncul menunjukkan bahwa ruang diskusi tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga ruang refleksi sejarah, kesadaran sosial, dan pembentukan perspektif kritis.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam momen kebersamaan sekaligus menjadi simbol komitmen kolektif untuk terus menghidupkan budaya membaca di ruang publik. Meski berlangsung dalam durasi yang relatif singkat, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam sebagai ruang perjumpaan yang hangat, inklusif, dan bermakna.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan NgabubuReads melalui kolaborasi Venezia Membaca dan PC IPM Cileungsi memperlihatkan bahwa gerakan literasi tidak harus berlangsung dalam ruang formal atau eksklusif. Justru melalui ruang terbuka yang santai, partisipatif, dan membumi, literasi dapat tumbuh sebagai praktik sosial yang hidup—menghubungkan individu, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kesadaran historis dan intelektual masyarakat dari tingkat paling dasar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan budaya baca dapat dimulai dari ruang sederhana, selama ada semangat kolaborasi, keterbukaan, dan komitmen bersama untuk terus belajar.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































