Verlita Fanny Kurnia lahir di Sekayu, Sumatra Selatan, pada 24 Mei 2009. Ia adalah seorang pelajar yang tumbuh dengan semangat belajar dan ketertarikan yang kuat pada bidang sastra serta pendidikan. Berasal dari daerah yang tidak selalu mendapat sorotan besar, Verlita justru menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa mimpi bisa tumbuh dari mana saja. Baginya, tempat lahir bukan batas, melainkan titik awal.
Sejak kecil, ia sudah akrab dengan buku. Membaca menjadi kebiasaan yang perlahan membentuk cara berpikirnya. Dari cerita fiksi hingga bacaan pendidikan, semua membuka wawasannya tentang dunia yang lebih luas dari lingkungan sekitar. Kebiasaan membaca itu kemudian berkembang menjadi dorongan untuk menulis. Awalnya ia hanya menuliskan perasaan pribadi, hal-hal yang ia pendam, serta pengalaman sederhana yang ia alami sehari-hari. Namun semakin lama, ia menyadari bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk menyampaikan sesuatu yang tidak selalu bisa diucapkan secara langsung.
Menulis bagi Verlita adalah ruang pulang. Tempat ia menyusun ulang pikiran-pikiran yang berantakan, merapikan emosi yang tak terucapkan, dan memahami dirinya sendiri. Ia percaya bahwa kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf, tetapi jembatan yang menghubungkan hati satu dengan yang lain. Melalui platform Wattpad, ia menuangkan gagasannya dalam karya berjudul “Di Antara Dua Langit” dan “Nada yang Pergi, Kata yang Bertahan.” Judul kedua tersebut bukan hanya karya, tetapi juga cerminan perjalanan batinnya. Ia banyak mengangkat tema tentang jarak, kehilangan, pertumbuhan, harapan, dan proses menjadi dewasa.
Dalam perjalanannya di dunia literasi, Verlita tidak hanya berhenti menulis untuk dirinya sendiri. Ia memberanikan diri mengikuti berbagai lomba cerpen dan puisi. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam beberapa ajang olimpiade dan kompetisi akademik. Setiap perlombaan menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya arti keberanian dan kesiapan mental. Ia belajar bahwa menang bukan satu-satunya tujuan, melainkan bagaimana proses itu membentuk kualitas diri.
Untuk meningkatkan kemampuannya, ia membangun kebiasaan latihan yang konsisten setiap malam. Di saat banyak orang beristirahat, ia meluangkan waktu membaca materi tambahan, memperkaya kosakata, memperbaiki tulisannya, serta mempelajari struktur karya yang baik. Terkadang ia merasa lelah, terkadang juga merasa ragu pada kemampuannya sendiri. Namun ia terus melanjutkan latihan itu, karena ia percaya bahwa keberhasilan adalah hasil dari kedisiplinan yang dilakukan secara berulang-ulang. Konsistensi menjadi kunci utama dalam perjalanannya.
Tak hanya aktif di dunia akademik dan literasi, Verlita juga terlibat dalam kegiatan kepramukaan. Ia aktif di organisasi Dewan Kerja Ranting (DKR), yang memberikan banyak pengalaman berharga dalam kepemimpinan dan kerja sama tim. Dari pramuka, ia belajar tentang tanggung jawab, disiplin, serta arti pengabdian. Ia belajar bagaimana mengatur kegiatan, bekerja bersama orang lain, dan menyelesaikan tugas dengan komitmen penuh.
Pengalaman di DKR membentuk karakter yang lebih matang dalam dirinya. Ia belajar bahwa menjadi pemimpin berarti siap melayani, bukan sekedar memerintah. Ia juga belajar bagaimana menghadapi perbedaan pendapat, menyatukan ide, dan tetap menjaga semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut memperkaya proses pertumbuhannya, tidak hanya sebagai pelajar tetapi juga sebagai pribadi.
Di balik semua aktivitasnya, Verlita memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang psikolog. Ketertarikannya pada dunia psikologi tumbuh dari kebiasaannya mendengar cerita teman-temannya. Ia sering menjadi tempat berbagi, tempat teman-temannya mengekspresikan perasaan dan pengalaman. Dari situ ia menyadari bahwa setiap orang membawa beban dan cerita yang berbeda-beda. Ia ingin suatu hari nanti dapat membantu lebih banyak orang memahami diri mereka sendiri dan menemukan solusi atas masalah yang dihadapi.
Baginya, psikologi menjadi bukan hanya tentang profesi, tetapi tentang empati. Ia ingin menghadirkan ruang aman bagi orang-orang yang merasa tidak didengar. Ia ingin membuktikan bahwa memahami manusia adalah salah satu bentuk kontribusi terbesar bagi kehidupan sosial.
Secara filosofi, Verlita memandang hidup sebagai proses panjang yang tidak selalu mudah, tetapi selalu bermakna. Ia percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju versi diri yang lebih baik. Ia juga meyakini bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berkembang. Tidak perlu membandingkan langkah dengan orang lain, karena setiap perjalanan memiliki ritmenya sendiri.
Perjalanan hidup hingga saat ini adalah perpaduan antara tulisan, organisasi, pembelajaran, dan mimpi. Dari Sekayu, ia menanam benih harapan yang ia rawat dengan usaha dan doa. Ia sadar bahwa mentransmisikannya masih panjang, namun ia tidak takut pada prosesnya. Ia memilih untuk terus belajar, terus berlatih, dan terus berkembang.
Kepada teman-teman seusianya, ia ingin menyampaikan bahwa jangan pernah meremehkan langkah kecil. Kebiasaan sederhana seperti membaca satu halaman buku, menulis satu paragraf, atau berani mengikuti satu lomba bisa menjadi awal dari perubahan besar. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar cara berdiri lebih kuat.
Verlita Fanny Kurnia adalah gambaran seorang remaja yang sedang berproses—belajar dari setiap pengalaman, bertumbuh dari setiap tantangan, dan tetap menjaga mimpi di tengah keterbatasan. Dengan tulisan sebagai jiwa, pramuka sebagai pembentuk karakter, dan psikologi sebagai arah masa depan, ia melangkah perlahan namun pasti menuju cita-cita yang ia impikan.
Dan di setiap langkah yang ia tempuh, ia selalu mengingat satu prinsip yang menjadi pegangan hidupnya:
Berani Bermimpi, Siap Berprestasi. 🤍
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































