Musim hujan sering kali membawa berbagai tantangan bagi pekerja, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Tidak hanya gangguan aktivitas, musim hujan juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Suhu yang lebih dingin, lingkungan yang lembap, genangan air, serta daya tahan tubuh yang menurun membuat pekerja lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Kondisi ini tentu bisa berdampak pada produktivitas, keselamatan kerja, hingga keberlangsungan operasional perusahaan.
Agar pekerja tetap aman dan sehat, penting untuk memahami apa saja risiko kesehatan yang meningkat saat musim hujan. Dengan mengetahui risikonya, pekerja dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut empat risiko kesehatan di musim hujan yang perlu diwaspadai oleh pekerja.
1. Infeksi Saluran Pernapasan (Flu, Batuk, Pilek, dan Radang Tenggorokan)
Risiko pertama yang paling umum terjadi di musim hujan adalah infeksi saluran pernapasan. Cuaca lembap dan suhu dingin membuat virus lebih mudah berkembang dan menular. Selain itu, banyak pekerja harus berpindah-pindah dari lokasi basah ke ruangan ber-AC, atau sebaliknya, sehingga tubuh mengalami perubahan suhu mendadak.
Mengapa pekerja rentan?
Pakaian yang basah bisa menurunkan suhu tubuh secara cepat.
Mobilitas tinggi membuat pekerja sering terpapar angin, hujan, dan suhu dingin.
Ruang kerja tertutup dengan banyak orang mempercepat penyebaran virus.
Gejala yang sering muncul:
Pilek, batuk, hidung tersumbat.
Radang tenggorokan atau suara serak.
Demam, badan pegal, hingga lemas.
Cara mencegahnya:
Gunakan payung, jas hujan, dan pakaian tahan air saat ke lapangan.
Keringkan tubuh segera setelah kehujanan.
Konsumsi makanan bergizi dan vitamin C untuk memperkuat imun.
Hindari terlalu lama berada di ruangan ber-AC dalam kondisi basah.
Infeksi saluran pernapasan memang terlihat ringan, tetapi jika tidak dijaga, dapat mengganggu kinerja bahkan menyebabkan komplikasi tertentu.
2. Penyakit Kulit akibat Lingkungan Lembap dan Genangan Air
Musim hujan membuat lingkungan menjadi lembap dan basah, kondisi yang ideal untuk berkembangnya bakteri dan jamur. Akibatnya, pekerja lebih berisiko mengalami penyakit kulit seperti biang keringat, kurap, kutu air, infeksi jamur, hingga dermatitis.
Pekerja yang paling berisiko adalah mereka yang sering menggunakan sepatu tertutup dalam kondisi basah, bekerja di area becek, atau memakai pakaian yang lembap dalam waktu lama.
Faktor pemicu penyakit kulit saat musim hujan:
Sepatu dan kaos kaki yang tidak kering sepenuhnya.
Pakaian kerja basah atau terkena lumpur.
Terpapar genangan air yang mengandung bakteri atau kotoran.
Kebiasaan tidak segera mandi setelah kehujanan.
Cara pencegahannya:
Gunakan sepatu waterproof atau sepatu bot saat bekerja di lapangan.
Pastikan pakaian kerja kering sebelum digunakan.
Keringkan area kaki dan sela-selanya setelah bekerja.
Ganti kaos kaki setiap hari atau ketika sudah lembap.
Jangan abaikan penyakit kulit karena jika dibiarkan dapat mengganggu mobilitas dan kenyamanan saat bekerja.
3. Penyakit yang Ditularkan Melalui Air (Diare, Demam Tifoid, Leptospirosis)
Musim hujan sering menyebabkan banjir dan genangan air, sehingga risiko penyakit akibat bakteri meningkat. Kontaminasi air dapat menyebabkan berbagai infeksi seperti diare, tifoid, dan leptospirosis. Kondisi ini terutama berbahaya bagi pekerja yang sering turun ke lapangan atau berada di area rawan banjir.
Tiga penyakit utama yang perlu diwaspadai:
a. Diare
Terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tempat penyimpanan makanan yang tidak higienis saat musim hujan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
b. Demam Tifoid (Tifus)
Disebabkan oleh bakteri Salmonella yang sering muncul akibat sanitasi buruk, air kotor, atau makanan tidak bersih.
c. Leptospirosis
Penyakit berbahaya akibat bakteri dari urine tikus yang bercampur dengan air banjir. Pekerja lapangan, petugas kebersihan, atau teknisi yang harus beraktivitas di area tergenang sangat rentan.
Cara pencegahan:
Gunakan sepatu bot kedap air saat berada di area banjir.
Hindari mengonsumsi makanan dari tempat yang tidak higienis.
Pastikan air minum bersih dan aman.
Cuci tangan sebelum makan dan setelah kontak dengan air kotor.
Hindari menyentuh luka terbuka saat bekerja di area basah.
Kesadaran kebersihan menjadi sangat penting di musim hujan agar tubuh tidak mudah terinfeksi.
4. Gangguan Kesehatan Akibat Suhu Dingin (Hipotermia dan Masuk Angin)
Meskipun banyak yang menganggap masuk angin bukan penyakit medis, kondisi ini tetap sering mengganggu produktivitas pekerja. Tubuh yang terlalu lama terpapar suhu dingin dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, menggigil, mual, pusing, hingga kelelahan.
Pada kasus tertentu, pekerja yang terpapar hujan lebat dalam waktu lama bahkan dapat mengalami gejala mirip hipotermia, yaitu ketika suhu tubuh turun di bawah normal.
Faktor yang meningkatkan risiko:
Pakaian kerja tidak tahan air.
Beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Kehujanan lalu bekerja dalam kondisi pakaian basah.
Ruangan kerja terlalu dingin tanpa penghangat.
Terpapar angin kencang, terutama pekerja motor atau teknisi luar ruangan.
Cara pencegahannya:
Gunakan jaket hangat, inner, atau pakaian quick-dry.
Usahakan tubuh tetap kering sebisa mungkin.
Minum air hangat secara berkala.
Makan makanan bergizi untuk menjaga energi.
Segera ganti pakaian ketika basah.
Jika tubuh mulai menggigil atau terasa tidak nyaman, segera cari tempat hangat untuk memulihkan kondisi.
Tips Tambahan Agar Pekerja Tetap Aman di Musim Hujan
Selain empat risiko di atas, pekerja juga perlu menjaga keselamatan dan kesehatan saat cuaca ekstrem. Beberapa tips tambahan termasuk membawa obat pribadi, menyiapkan vitamin, hingga memastikan peralatan kerja aman dari kelembapan.
Untuk pekerja perusahaan atau proyek lapangan, memastikan sumber listrik cadangan seperti mesin genset tetap dalam kondisi aman juga penting agar operasional tetap berjalan tanpa risiko korsleting akibat hujan.
Kesimpulan
Musim hujan bukan hanya tentang jalanan licin atau aktivitas yang terhambat, tetapi juga tentang meningkatnya risiko penyakit bagi pekerja. Empat risiko kesehatan perlu menjadi perhatian serius. Dengan langkah pencegahan yang tepat, penggunaan perlengkapan yang sesuai, serta kebiasaan hidup sehat, pekerja dapat tetap aman dan produktif meski cuaca tidak bersahabat.
Menjaga kesehatan adalah investasi terbaik, terutama di musim hujan. Dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik, para pekerja dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih aman dan nyaman. Jika ingin, saya bisa bantu buatkan versi artikel yang lebih pendek, outline, atau versi media sosialnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































