Pelamunan, 23 Oktober 2025 — Seiring perkembangan teknologi di era pendidikan modern, kebutuhan akan kemampuan literasi digital pada siswa menjadi semakin penting. Menyikapi hal ini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Literasi Digital di Era Transformasi Pendidikan” yang diselenggarakan di SMA Plus 30 Juz Moderat At-Thohiriyah Pelamunan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif—sehingga mampu mendukung pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Transformasi pendidikan di era digital membawa perubahan besar dalam cara belajar dan mengajar, baik di sekolah maupun di pesantren. Kemajuan teknologi informasi memberi banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan dalam hal penyebaran informasi dan perilaku digital di kalangan siswa. Banyak peserta didik yang telah menggunakan perangkat digital dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, tetapi belum semuanya mampu memilah informasi yang benar, beretika, dan produktif.
Literasi digital tidak hanya tentang kemampuan dasar mengoperasikan gadget atau aplikasi, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami risiko dunia maya, menjaga privasi, serta memanfaatkan teknologi secara aman dan positif. Di tengah arus informasi yang melimpah, siswa membutuhkan pembekalan agar tidak mudah terpengaruh hoaks, cyberbullying, maupun dampak negatif media sosial.
Bagi sekolah, terutama lingkungan pesantren seperti SMA Plus 30 Juz Moderat At-Thohiriyah Pelamunan, literasi digital adalah modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan literasi digital, guru dan siswa dapat mengembangkan kreativitas dalam membuat bahan belajar, menyebarkan dakwah, dan berkomunikasi secara efektif tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan agama. Penguatan literasi digital juga mendorong terciptanya budaya belajar sepanjang hayat, membentuk karakter siswa menjadi adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memperluas wawasan dan peluang mereka dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.
Kegiatan PKM diikuti puluhan siswa dan beberapa guru yang berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik dengan aplikasi digital penunjang pembelajaran. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan serta keterbukaan mereka dalam berbagi pengalaman terkait penggunaan teknologi.
Kepala SMA Plus 30 Juz Moderat At-Thohiriyah Pelamunan, Ahmad Sirojudin Abas, S.Pd.I., M.Pd., Gr., menyambut baik acara ini. Ia menegaskan pentingnya pembekalan literasi digital bagi siswa, agar menjadi pengguna teknologi yang mampu mengelola dan menyaring informasi dengan benar.
“Pembekalan literasi digital sangat dibutuhkan siswa agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengelola dan menyaring informasi dengan benar,” ujarnya.
Ketua PKM, Rifqi Abdurrahman, menekankan bahwa teknologi harus digunakan untuk hal yang positif, ““Yang paling penting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Teknologi itu peluang, bukan ancaman, jika dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Materi yang diberikan kepada peserta meliputi:
Cara mengenali hoaks dan informasi menyesatkan.
Etika digital dalam berkomentar dan berinteraksi di media sosial.
Pemanfaatan platform digital untuk presentasi dan tugas sekolah.
Pengenalan desain konten sederhana menggunakan Canva.
Edukasi dasar tentang keamanan digital.
Dosen pembimbing, Yudhi Septianto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini para mahasiswa dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata. Beliau menegaskan bahwa literasi digital merupakan bekal penting bagi generasi muda di tengah dinamika perkembangan pendidikan yang terus berlangsung.
Dosen pembimbing, Yudhi Septianto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini para mahasiswa dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata. Beliau menegaskan bahwa literasi digital merupakan bekal penting bagi generasi muda di tengah dinamika perkembangan pendidikan yang terus berlangsung.
Acara diakhiri dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. Siswa mengaku mendapatkan wawasan baru tentang penggunaan internet yang lebih bijak, produktif, dan sesuai nilai moral.
Kegiatan PKM Literasi Digital bersama siswa SMA Plus 30 Juz Moderat At-Thohiriyah Pelamunan.
Harapan besar tertuju pada lahirnya generasi santri yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam menyaring informasi, menjunjung tinggi etika digital, dan mampu berinovasi di tingkat global. Melalui program literasi digital, santri diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat, berperan aktif dalam memerangi hoaks, menjaga keamanan informasi, dan memanfaatkan teknologi secara produktif untuk pengembangan diri, pendidikan, serta dakwah yang inspiratif dan bernilai.
Selaras dengan tema Hari Santri 2025 (sehari sebelum kegiatan ini dilaksanakan), “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, pesantren diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan literasi digital bangsa. Hasil kegiatan ini dapat menjadi model percontohan untuk diterapkan di sekolah dan pesantren lain, sehingga semakin banyak pelajar dan guru yang siap mengawal kemerdekaan Indonesia melalui penguasaan teknologi dan informasi yang bijak serta berkarakter.
Sebagaimana ungkapan tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” Kini, di era digital, setiap santri dapat menjadi pelopor pemanfaatan teknologi demi “menjaga kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat karakter bangsa untuk siap menuju peradaban dunia.”
Dengan sinergi seluruh elemen—institusi pendidikan, mahasiswa, pesantren, serta masyarakat—literasi digital dapat berkembang pesat dan berkelanjutan. Harapan ke depan, santri Indonesia mampu tampil sebagai generasi berakhlak, cerdas digital, dan berdaya saing, sehingga membawa bangsa menuju kemajuan di tingkat dunia tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur.
Akhir kata, semoga semangat literasi digital yang terus tumbuh di pesantren akan menjadi kekuatan dalam mengawal kemerdekaan bangsa menuju lahirnya peradaban dunia yang unggul, beradab, dan bermartabat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































